Kumparan Logo

Bisnis KFC Babak Belur Saat PPKM Darurat, Bersaing dengan Masakan 'Emak-emak'

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi KFC. Foto: Dok. Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi KFC. Foto: Dok. Pixabay

Lonjakan kasus COVID-19 di pertengahan tahun 2021 memang cukup berdampak pada pelaku bisnis makanan cepat saji seperti KFC. Sebab pemerintah kembali melakukan pembatasan dengan sangat ketat di awal Juli.

Chief Marketing Officer, PT Fastfood Indonesia Tbk (KFC) Hendra Yuniarto mengatakan, pembatasan yang dilakukan di pertengahan tahun 2021 jauh lebih berdampak untuk bisnis KFC.

"Di Juli dan Agustus dan kita turunnya bahkan bisa kita bilang lebih parah dari wave pertama, karena wave pertama kita hanya hadapi closing 50 persen, tapi tahun ini closing 100 persen," ujar Hendra dalam webinar Marketeers, Kamis (16/9).

Menurut dia, pada lonjakan kasus COVID-19 pada Juli lalu, persaingannya bukan lagi dengan brand lain. Namun dengan ibu-ibu rumah tangga.

"Kompetitor kita bukan lagi fast food, tapi adalah fast mom, yang selalu masak di rumah. Yang selalu akan mukulin anaknya kalo order makan dari Gojek atau Grab," kata dia.

Ilustrasi KFC. Foto: Shutter Stock

Selama pembatasan, KFC juga melakukan strategi bisnis baru. Misalnya dengan mengenalkan istilah drive-in dan spesial promo untuk tenant di mal.

"Di mana kita tambahkan channel ke teman-teman konsumen kita supaya dapat kemudahan yang gampang, kita kerja sama dengan agregator," tutupnya.

Untuk diketahui, saat lonjakan kasus terjadi di akhir Juni, pemerintah akhirnya memutuskan untuk melakukan PPKM Darurat. Saat ini mal ditutup. Hingga akhirnya PPKM diubah menjadi PPKM Level 4 dan mal masih tetap ditutup.

Sampai akhirnya mal dibuka bertahap pada wilayah PPKM Level 3. Namun dengan syarat pengunjung harus sudah divaksin.