Bisnis Pabrik Kertas Uang Tak Goyah Oleh Pandemi, Ekspor Tetap Melaju
·waktu baca 1 menit

Bisnis pabrik kertas uang tak goyah oleh pandemi COVID-19 yang melanda selama lebih dari setahun terakhir. Industri kertas uang milik swasta, PT Pura Group Kudus, tetap berjalan. Bahkan ekspor ke berbagai negara terus melaju.
"Sejauh ini, aktivitas produksi kertas uang memang stabil sehingga karyawan juga masih bekerja seperti sebelumnya. Karena masih pandemi, maka semua pekerja juga harus mematuhi protokol kesehatan," kata Direktur PT Pura Group, Bambang Handoko, di Kudus, Selasa (27/7).
Protokol kesehatan yang harus dipatuhi pekerja, kata dia, mulai dari mencuci tangan pakai sabun sebelum masuk kerja, memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.
Bambang seperti dilansir Antara, menjelaskan untuk menghindari kerumunan, maka diterapkan kerja berdasarkan shift, serta ada yang dibuat bergiliran sehari masuk sehari libur. Meskipun demikian, aktivitas produksinya juga tetap stabil dan bisa memenuhi semua permintaan dari berbagai negara di dunia.
Di antaranya, permintaan kertas uang paling banyak untuk diekspor ke Nepal, Vietnam, Bangladesh, Honduras, dan India. Sedangkan yang terbaru mau memasok Filipina dan Meksiko yang baru proses pendaftaran untuk pengadaan.
Ia menegaskan masa pandemi tidak terlalu berpengaruh mengingat pasarnya ekspor, meskipun saat ini juga menyuplai kebutuhan kertas uang untuk dalam negeri setelah menang tender untuk empat pecahan nilai rupiah.
Dalam mengikuti tender untuk penyediaan kertas uang, tidak harus datang ke negara tertentu karena bisa dilakukan secara daring tanpa harus tatap muka.
"Jadi mereka mengatasi dengan teknologi. Pabrik kami pun tetap terus berproduksi selama masa pandemi ini sehingga tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan," ujarnya.
