Kumparan Logo

BKPM: Harga Tanah dan Upah Buruh di RI Lebih Mahal dari Malaysia hingga Vietnam

kumparanBISNISverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Gringsing, Batang, Jawa Tengah.  Foto: Dok. Agus Suparto
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Gringsing, Batang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Agus Suparto

Pemerintah menjelaskan masih lambatnya investasi yang masuk ke Indonesia. Salah satu faktornya adalah masih mahalnya beberapa komponen investasi.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, harga tanah di Indonesia merupakan yang termahal di antara negara ASEAN lainnya, seperti Thailand, Filipina, Malaysia, dan Vietnam.

Berdasarkan data BKPM, harga tanah di Indonesia sebesar USD 225 per meter persegi atau sekitar Rp 3,28 juta per meter persegi (kurs Rp 14.580). Sementara Thailand hanya USD 215, Filipina USD 127, Malaysia USD 100, dan Vietnam USD 90 per meter persegi.

“Tanah saya mau jujur mengatakan bahwa kita mahal Rp 3-4 juta per meter, di beberapa negara lain kecil sekali,” kata Bahlil dalam webinar Indef: Relocating Investment to Indonesia, Selasa (4/8).

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia. Foto: Moh Fajri/kumparan

Selain harga tanah, rata-rata upah buruh per bulan di Indonesia juga paling tinggi di antara negara lainnya. Di Indonesia, rata-rata harga upah minimum buruh USD 279 per bulan atau sekitar Rp 4 juta.

Sementara di Malaysia hanya USD 268 per bulan, Thailand dan Filipina USD 220 per bulan, dan Vietnam USD 182 per bulan.

Untuk tarif air per meter persegi, Indonesia sebesar USD 0,89, diurutan nomor dua setelah Filipina yang sebesar USD 1,68 per meter persegi.

Sementara Malaysia dan Vietnam harga airnya hanya USD 0,53 per meter persegi, serta Thailand USD 0,4 meter persegi.

Untuk tarif listrik, Indonesia sebesar USD 0,07 per kWh, masih lebih tinggi dibandingkan Malaysia yang sebesar USD 0,05 per kWh maupun Vietnam yang sebesar USD 0,04 per kWh.

Bahlil melanjutkan, untuk itu pemerintah membuat kawasan industri di Batang. Di wilayah Jawa Tengah itu, harga tanah dipastikan akan lebih murah dibandingkan negara lainnya.

“Makanya kami mendorong kemarin untuk membuat kawasan industri di Batang. Di sana kami buat konsep baru dengan BUMN, di mana seluruh perizinannya semua BKPM yang urus. Harga tanahnya pasti lebih murah dari Vietnam,” jelasnya.

Pemerintah juga memberikan fleksibilitas bagi investor untuk berinvestasi di kawasan tersebut. Bahkan menurut Bahlil, pemerintah akan menggratiskan harga tanah di kawasan Batang selama lima tahun bagi investor.

“Judulnya di sana adalah silakan datang yang penting serius, harga tanahnya terjangkau. Kalau katakanlah gratis lima tahun dulu, monggo, selebihnya kita kasih sewa atau bagaimana, jadi ini lebih fleksibel, enggak ada masalah,” tambahnya.

Selama semester I 2029, realisasi investasi mencapai Rp 402,6 triliun. Angka ini naik tipis 1,8 persen dibandingkan periode semester I 2019 yang sebesar Rp 395,6 triliun.

Adapun realisasi penanaman modal dalam negeri selama semester I 2020 mencapai Rp 207 triliun atau naik 51,4 persen (yoy). Sementara penanaman modal asing sebesar Rp 195,6 triliun atau naik 48,6 persen (yoy).

***

Saksikan video menarik di bawah ini.