BLT Minyak Goreng Rp 100 ribu per Bulan, Pedagang Gorengan: Terlalu Kecil
·waktu baca 2 menit

Para pedagang gorengan mengeluhkan nominal Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng yang akan diberikan pemerintah sebesar Rp 100.000 per bulannya.
Mereka mengaku, uang Rp 100 ribu hanya bisa membeli kebutuhan minyak untuk sehari berdagang. Salah satu pedagang gorengan di daerah Poltangan Raya, Heru mengatakan, untuk sehari berdagang ia menghabiskan 3 liter minyak goreng yang ia beli seharga Rp 70.000.
"Cuma Rp 100 ribu sehari buat apa? Saya sehari aja pake minyak 3 liter minyak, itu harganya Rp 70 ribu," kata Heru kepada kumparan, Kamis (7/4).
Nominal tersebut menurutnya tidak bisa menutupi atau membantu pedagang gorengan untuk membeli minyak. Jika dalam 1 bulan pedagang mendapatkan BLT Rp 100.000, itu artinya pemerintah hanya memberikan bantuan Rp 3.300 sehari untuk minyak goreng.
Sementara itu, berdasarkan data di situs Harga Pangan Nasional, minyak goreng kemasan di DKI Jakarta rata-rata dijual senilai Rp 26.000. Untuk skala pedagang gorengan, minyak yang digunakan pasti lebih dari 1 liter.
Untuk mengatasi mahalnya harga minyak goreng, Heru memilih untuk mengecilkan ukuran dagangannya, bakso goreng dan sempol ayam.
"Jadi saya bersyukur aja sama apa yang saya dapet, walaupun keuntungannya sekarang kecil banget," ujarnya.
Heru menambahkan, distribusi bantuan dari pemerintah tidaklah menyeluruh.
"Subsidinya nggak merata, yang banyak dapet banyak, yang kayak kita mah ngarepin apa. Rakyat kecil bisa apa?," tandasnya.
