BLT Minyak Goreng Siap Disalurkan Minggu Depan

8 April 2022 12:24
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sejumlah penerima bantuan modal kerja dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng menunggu di Pasar Modern Angso Duo di Jambi, Kamis (7/4/2022). Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah penerima bantuan modal kerja dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng menunggu di Pasar Modern Angso Duo di Jambi, Kamis (7/4/2022). Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Program bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng bakal mulai disalurkan pekan depan. Ini disampaikan Sekretaris Menko Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso.
ADVERTISEMENT
Kendati begitu, Presiden Jokowi sebelumnya sudah mulai membagikan sendiri program BLT ini di Pasar Rakyat Angso Duo, Kota Jambi. Penyaluran bantuan tersebut masuk dalam rangkaian kunjungan kerja presiden ke Provinsi Jambi pada Kamis (7/4).
Menurut Susiwijono, saat ini TNI dan Polri serta Kemensos selaku penyalur tengah dalam tahap merampungkan persiapan teknis.
"Persiapan sudah jalan semua, mudah-mudahan pedoman selesai minggu ini. Minggu depan sudah mulai penyaluran," ujar Susi dalam virtual conference pada Jumat (8/4).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Dengan begitu, kata Susi, mereka bisa memastikan target Jokowi agar bantuan ini bisa tersalurkan semuanya selama momentum ramadhan atau paling lama seminggu sebelum lebaran, bisa direalisasikan.
Susi menjelaskan, bantuan dengan besaran insentif Rp 100 ribu per penerima untuk satu bulannya, untuk selama tiga bulan. Dana akan langsung dikucurkan sekaligus pada bulan April 2022.
ADVERTISEMENT
Rinciannya, BLT minyak goreng ini disalurkan pada 20,65 juta keluarga penerima manfaat. Terdiri dari 18,8 juta penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) dan 1,8 juta penerima program keluarga harapan (PKH) yang disalurkan lewat Kemensos.
Selain itu, sebanyak 2,5 juta pedagang kaki lima dan warung, khususnya pedagang gorengan, juga akan mendapatkan stimulus ini. Penyaluran dilakukan oleh aparat TNI dan Polri.
"Percepatan bisa dilakukan karena skema dua rumpun program yang sudah berjalan di Kemensos dan TNI/Polri," ujarnya.