Blue Bird Bidik Perluasan Operasional di Sumatera dan Kalimantan
ยทwaktu baca 2 menit

PT Blue Bird Tbk (BIRD) menargetkan perluasan seluruh operasionalnya di Sumatera dan Kalimantan pada tahun 2024. Ekspansi bisnis perusahaan berlaku tidak hanya untuk armada taksi, namun juga shuttle bus, rental, dan layanan logistik.
Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, mengatakan perusahaan melihat potensi ekspansi bisnis di kota-kota tingkat (tier) dua dan tiga di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.
"Kita melihat (target penambahan kota) di Kalimantan dan Sumatera. Kita belum menentukan, tapi kita melihat tahun depan Sumatera potensinya masih ada," ujarnya saat wawancara khusus di kantor pusat Blue Bird, Senin (17/7).
Saat ini, lanjut dia, operasional Blue Bird sudah bisa diakses di 18 kota di seluruh Indonesia. Meski demikian, dia belum bisa membeberkan kota mana saja yang menjadi target ekspansi bisnis perusahaan.
"Fokusnya sih 4 pulau besar yang akan kita lihat, Jawa juga masih ada kota tier 2 3 yang kita belum masuk, Sumatera juga ada, Kalimantan kita baru di rental car jadi kita mau coba lengkapi juga," jelasnya.
Andre, sapaan akrab Adrianto, menuturkan Blue Bird melihat kegiatan mobilitas setiap daerah operasional masih dalam tahap pemulihan atau recovery pasca pandemi COVID-19 yang berbeda-beda, sehingga belum ada rencana ekspansi di tahun ini.
"Jadi kita melihatnya baru tahun depan akan masuk ke beberapa kota baru lagi," lanjut dia.
Dia menuturkan, penambahan kota operasional Blue Bird di tier dua dan tiga tidak akan berdampak besar kepada bisnis perusahaan layaknya di kota-kota besar. Namun, Andre memastikan ekspansi ini tetap menjadi fokus perusahaan.
"Karena itu penting presence kita, relevansi kita terhadap customer baik itu individual maupun corporate. Jadi target kita tetap dari 18 kota yang kita ada ini recovery-nya akan jauh lebih besar impact-nya dari kota baru yang akan kita masukin, kita melihatnya long term," tutur Andre.
Selain itu, menurutnya, ekspansi bisnis tidak hanya melihat dari sisi potensial kota tujuan, namun juga dari momentum tingkat pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis yang sudah dilaksanakan Blue Bird.
"Untuk melakukan itu harus kita adjust timing-nya. Kalau potensial list-nya sudah panjang. Timing plan kita untuk diselaraskan dengan growth dari eksisting operation yang kita harapkan," pungkas Andre.
