Kumparan Logo

BNI Akan Rights Issue hingga Rp 11 Triliun, Kapan Waktunya?

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gedung Menara BNI di Gatot Subroto. Foto: Dok. BNI
zoom-in-whitePerbesar
Gedung Menara BNI di Gatot Subroto. Foto: Dok. BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI akan memperkuat permodalan melalui penerbitan saham baru atau rights issue. Total nilai rights issue berkisar Rp 8 triliun hingga Rp 11 triliun.

Rencana tersebut dibenarkan Corporate Secretary BNI, Mucharom "Dalam rangka memperkuat permodalan untuk ekspansi bisnis serta fundamental perusahaan di tengah pemulihan ekonomi, maka Perseroan merencanakan rights issue pada tahun 2022," katanya dalam penjelasan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (1/2).

Mucharom menambahkan, rencana rights issue tersebut telah dituangkan Perseroan dalam Rencana Bisnis. Hal itu pun telah disampaikan kepada OJK.

Petugas teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sedang menghitung uang sebanyak lima puluh juta rupiah di Jakarta pada Kamis, (19/12). Foto: Dok. BNI

"Terkait waktu pelaksanaan, akan diputuskan kemudian memperhatikan kondisi capital market tahun 2022," ujarnya menambahkan.

Untuk persiapan pelaksanaan rights issue tersebut, Perseroan terus melakukan komunikasi intensif dengan Pemegang Saham Pengendali Perseroan, yaitu Negara Republik Indonesia melalui Kementerian BUMN.

Sebelumnya saat menyampaikan laporan kinerja keuangan tahunan untuk periode 2021, Direktur Keuangan BNI Novita W Anggraini menjelaskan, rencana rights issue itu terus dimatangkan. Perkiraan waktunya yakni pada semester II 2022 mendatang.

"Kami mengharapkan pemerintah bisa ikut menyerap rights issue sekitar Rp 3,5 triliun. Total nilai rights issue-nya sendiri mencapai Rp 8 triliun hingga Rp 11 triliun," kata Novita dalam Analyst Meeting BNI secara virtual, Rabu (26/1).