Kumparan Logo

BNI Hong Kong Dorong Bisnis dan Investasi Masuk ke Indonesia

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kantor BNI Hong Kong. (Foto: Jafrianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kantor BNI Hong Kong. (Foto: Jafrianto/kumparan)

Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI Hong Kong kian gencar melakukan penetrasinya untuk pengembangan bisnis keuangan dan investasi di luar negeri. Hong Kong dinilai merupakan pasar potensial bagi Indonesia.

General Manager BNI Hong Kong Wan Andi Aryadi mengatakan Hong Kong berperan sebagai financial hub (penghubung keuangan) nasabah luar negeri yang berkaitan dengan bisnis dan investasi ke Indonesia.

"Misalkan nasabah-nasabah yang ingin memasarkan produk ke luar dari China sementara banyak pengusaha di luar enggak mau langsung ke Indonesia, jadi lewat (BNI) Hong Kong mungkin lebih nyaman," katanya kepada kumparan di Kantor BNI Hong Kong, Selasa (11/12).

Andi melanjutkan, Hong Kong juga memiliki situasi yang cukup kondusif. Sehingga, BNI Hong Kong hingga saat ini relatif bisa diterima dengan baik oleh para nasabah.

"Hong Kong menjadi financial hub untuk (investor) masuk ke pasar China, Taiwan, Korea karena punya pelabuhan bagus, aturan finansial juga mudah, tidak punya PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 0, makanya datang untuk belanja. Ayo deh kami support," tambahnya.

Tak hanya memberikan pelayanan bisnis dan investasi aplikatif di lapangan, Andi juga menekankan pelayanan BNI Hong Kong diterapkan dalam gelaran temu nasabah seperti pada Economy and Investment Outlook 2019 di kantor BNI Hong Kong yang akan digelar pada Rabu (12/12).

BNI Economy and Investment Outlook 2019 merupakan wadah yang dipersembahkan BNI Hong Kong untuk menghubungkan para investor, pengusaha, dan sektor-sektor terkait tentang informasi terkini dan prediksi masa depan perekonomian Indonesia.

Selain itu, acara ini juga merupakan langkah nyata yang dilakukan BNI Hong Kong untuk membantu membuka pintu bagi para investor untuk bisa menanamkan modalnya di Indonesia.

General Manager BNI Hong Kong Wan Andi Aryadi. (Foto: Jafrianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
General Manager BNI Hong Kong Wan Andi Aryadi. (Foto: Jafrianto/kumparan)

Dalam acara tersebut turut mengundang Komisaris Utama BNI Ari Kuncoro, Manager Utama BNI Hong Kong Andi Aryadi, pakar ekonomi Indonesia yang juga menjadi anggota Tim Asistensi (Policy Advisory) dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang Lin Che Wei.

Hadir juga Direktur Tresuri dan Internasional BNI Rico Rizal Budidarmono, Konsul Jenderal RI untuk Hongkong dan Makau Tri Tharyat, hingga Analis Eksekutif Representatif Office Beijing Agung Hastowo.

Andi mengatakan, acara ini begitu penting dilaksanakan untuk memberikan gambaran peluang dan tantangan Indonesia ke depan terkait bisnis dan investasi nasabah BNI. Di sisi lain, BNI Hong Kong juga ingin menjawab kekhawatiran para nasabah misalnya saja soal pascabencana dan tahun politik ini.

"Waktu ada gempa di Palu, regulator nanya ke kami apakah Indonesia baik-baik saja apalagi tahun depan pemilu, kami perlu meyakinkan Indonesia pertumbuhan ekonominya sampai 5,3 persen dan dengan pertemuan itu potensi saling berinteraksi dengan pengusaha lain siapa tau ada peluang bisnis," terang dia.

Ia pun berharap sikap positif memandang bisnis serta investasi ke Indonesia bisa disampaikan oleh para nasabah.

"Ekonomi (Indonesia) positif tetap tumbuh, keamanan tetap positif terhadap ekonomi, mudah-mudahan tertular kepada audiens dan pembaca berita (bekerja sama dengan kumparan dan Bisnis Indonesia)," tutupnya.

Diketahui, berdasarkan survei yang dilakukan US News terhadap 21.000 responden dari 80 negara, kondisi perekonomian di Indonesia terbilang cukup solid di tahun ini. Pasalnya, Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara tujuan investasi paling menarik di dunia.