Bobby Luncurkan Proyek BRT Medan-Binjai-Deli Serdang, Nilai Investasi Rp 1,9 T
·waktu baca 2 menit

Wali Kota Medan Bobby Nasution meluncurkan Mass Transit Project (MASTRAN) bus rapid transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) pada Jumat (19/4). Selain MASTRAN di Mebidang, proyek serupa adalah Cekungan Bandung yang menjadi fase pertama di Indonesia.
Proyek MASTRAN di Mebidang ini didanai oleh Bank Dunia dan Agence Francaise Developpement (AFD) sebesar Rp 1,9 triliun.
“Proyek yang diberikan oleh Kemenhub kepada kami, Mebidang yang dimulai dari Medan sebesar Rp 1,9 triliun masuk ke kami,” kata Bobby.
Transportasi umum massal ini diharapkan bisa mengalihkan masyarakat dari kendaraan pribadi guna menekan angka polusi.
“Manfaatnya untuk memberikan transportasi, kebutuhan aktivitas transportasi yang ada di Mebidang,” kata dia.
“Keinginan kita berkomitmen ingin men-shifting kendaraan pribadi ke umum sehingga fasilitasnya harus dipersiapkan,” sambungnya.
Ditargetkan beroperasi pada 2027
Proyek ini sudah dibahas sejak 2021. Pembahasan kala itu masih berupa administrasi pendanaan proyek MASTRAN.
Lalu, pada 2022 masuk pada tahap nota kesepakatan antara Kemenhub dan Pemda di Mebidang. Hingga pada 2024 mulai diluncurkan dan akan direncanakan untuk peletakan batu pertama konstruksi bangunan.
Proyek BRT ini direncanakan akan beroperasi penuh pada 2027 mendatang. Nantinya, akan disediakan sebanyak 515 unit BRT dengan 32 halte on corridor.
“Bahwa program BRT ini nanti secara totalnya ada 515 unit serta dengan total 17 koridor di mana ada 21 km jalur khusus yaitu dari Amplas sampai Pinang Baris pakai jalur khusus dan terdiri dari 32 halte,” kata Kadishub Medan Iswar Lubis.
“Dan yang lain ada 1000 halte yang akan dibangun dengan jarak rata-rata 500 meter,” sambungnya.
Proyek ini juga nantinya akan didukung dengan infrastruktur lainnya. Misalnya, jalur khusus, halte, trotoar, terminal dan depo.
Dalam tahap awal, pembangunan akan diutamakan untuk 3 depo utama yakni Depo Tanjung Sari, Amplas, dan Pinang Baris.
