Boeing Tunjuk Indra Duivenvoorde Jadi Managing Director untuk Indonesia
·waktu baca 2 menit

Boeing menunjuk Indra Duivenvoorde sebagai Managing Director untuk Indonesia. Penunjukan tersebut menggantikan Zaid Alami, yang kini menempati posisi baru di dalam Boeing.
Presiden Boeing Asia Tenggara, Penny Burtt, mengungkapkan bahwa terhitung sejak September 2025. Indra akan memimpin seluruh aktivitas Boeing di Indonesia yang merupakan pasar penting bagi lini bisnis pesawat komersial, pertahanan, dan layanan perusahaan.
Penny menilai Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan akan segera menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di dunia. Menurutnya, pasar ini sangat penting bagi pertumbuhan jangka panjang Boeing.
“Dengan meningkatnya permintaan di seluruh lini bisnis kami di Indonesia, Indra membawa pengalaman yang tepat, mulai dari penjualan hingga layanan dukungan, untuk memastikan hubungan jangka panjang dengan pelanggan kami di Indonesia terus berkembang,” kata Penny Burtt dalam keterangan resminya, Senin (22/9).
Sebelum ditunjuk untuk posisi ini, Indra menjabat sebagai Senior Director Government Services untuk kawasan Eropa, Kanada, dan Amerika Latin. Ia juga memiliki pengalaman di berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Director of Sales Boeing Commercial Airplanes untuk Eropa Tengah, Spanyol, dan Portugal.
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Program Manager Vertical Lift di Belanda, serta Project Manager untuk kemitraan strategis internasional di Eropa.
“Pengalaman internasionalnya yang luas di Boeing akan menjadi aset penting dalam memperkuat kemitraan kami di Indonesia,” tambahnya.
Ia menambahkan, selama lebih dari 76 tahun, Boeing dan Indonesia telah menjalin kerja sama untuk mendukung pengembangan industri kedirgantaraan dan pertahanan di tanah air.
Oleh karena itu, saat ini kehadiran Boeing di Indonesia telah mencakup penerbangan komersial, pertahanan, rantai pasok, keberlanjutan, modernisasi lalu lintas udara, keselamatan penerbangan, serta pengembangan talenta di industri lokal.
Reporter: Nur Pangesti
