Kumparan Logo

Bos Kartu Prakerja Minta Sri Mulyani Tak Lagi Tambah Anggaran

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari. Foto: ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari. Foto: ANTARA

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, mengungkapkan bahwa pihaknya meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati agar tak lagi menambah anggaran Kartu Prakerja.

Hal itu dikatakannya saat menjadi salah satu pembicara dalam acara Kartini Pendobrak Perubahan yang diselenggarakan Kementerian Keuangan, Rabu (21/4).

Denni pun menceritakan perjalanannya saat ditunjuk sebagai bos Kartu Prakerja, yang semula sebagai Deputi Kantor Staf Presiden (KSP). Menurutnya, ia harus maraton mengerjakan program Kartu Prakerja yang awalnya ditujukan sebagai program peningkatan keterampilan bagi para pekerja. Namun ketika pandemi terjadi, program tersebut mesti menjadi jaring pengaman bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan.

“Tim saya sedikit dengan lintas latar belakang dan generasi, dan harus bisa menolong masyarakat yang terdampak," kata Denni.

Dia pun menegaskan saat ini masih terus semangat untuk menjalankan tugasnya dalam mendukung Program Kartu Prakerja. “Masih semangat,” katanya.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari. Foto: Dok. Kantor Staf Presiden

Hal itu kemudian langsung ditimpali Sri Mulyani. Menurut Sri Mulyani, memang saat ini harus semangat, apalagi anggaran Prakerja telah ditambahkan, dari tahun lalu Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun di tahun ini.

“Kan anggarannya ditambahkan waktu itu,” kata Sri Mulyani.

Denni pun langsung menanggapi pernyataan Sri Mulyani tersebut. “Lah makanya itu bu, saya juga berpikir, bu jangan ditambahkan terus, bu,” kata dia.

kumparan post embed

Namun Sri Mulyani menegaskan, program Kartu Prakerja sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga tambahan anggaran tersebut akan dinikmati banyak masyarakat.

“Intinya mau enggak mau ditambah, tapi masyarakat mau ditambah. Enggak apa-apa, yang penting masyarakat menikmati,” pungkas Sri Mulyani.