Kumparan Logo

Bos OJK: Bank Syariah Indonesia Ibarat Bayi Raksasa Baru Lahir

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Debut Bank Syariah Indonesia (BSI) di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (4/2). Foto: BSI
zoom-in-whitePerbesar
Debut Bank Syariah Indonesia (BSI) di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (4/2). Foto: BSI

Pemerintah baru saja meresmikan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Kehadiran bank yang merupakan hasil merger 3 perbankan pelat merah ini, diharapkan mampu mengerek industri jasa keuangan syariah.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, menaruh harapan BSI mampu mengerek kontribusi keuangan syariah dalam perekonomian Indonesia. Tak seperti bank-bank syariah yang sudah-sudah, BSI dibentuk dengan sumber daya, aset, serta modal yang kuat.

Wimboh menganalogikan BSI seperti bayi raksasa yang baru lahir. Ia optimistis bayi ini nanti bakal mampu jadi raksasa perbankan di kancah global.

"Hadirnya Bank Syariah Indonesia kita harapkan bisa menjawab tantangan. Kelahiran ini baru satu step, bagaimana kita membuat bayi yang baru lahir ini menjadi raksasa besar, betul-betul menjadi raksasa besar," ujar Wimboh dalam webinar Peluang dan Tantangan Perbankan Syariah, Rabu (10/2).

Ketua OJK Wimboh Santoso saat membuka seminar menyampaikan kebijakan berbasis penelitian lebih relevan dalam mengkaji perkembangan teknologi yang semakin pesat di berbagai aspek termasuk di sektor keuangan. Foto: Fauzan Dwi Anangga/kumparan

Dengan modal tersebut, kata Wimboh, cita-cita menjadi bank yang berkiprah di kancah global bukanlah suatu keinginan yang tidak realistis. Sebab, sedari baru dibentuk saja BSI sudah tercatat menempati posisi ke-7 perbankan di Indonesia.

"Kita bercita-cita menjadi the largest bank syariah di Indonesia, ini sudah tapi bagaimana menjadi top ten dunia. Kalau sekarang menjadi nomor 7 perbankan di Indonesia, ini akan menjadi raksasa bukan hanya domestik tapi juga global," pungkasnya.

Kendati BSI ini sudah sangat potensial, Wimboh mengingatkan agar perencanaan dan strategi bisnisnya mesti disusun secara matang. Perbankan syariah milik BUMN ini harus bisa membuat masyarakat menjadi melek perbankan, terutama terhadap keuangan syariah.

Menggaet masyarakat sampai pada UMKM di daerah merupakan pasar yang mesti dikejar sedari awal. Termasuk juga menyasar masyarakat muslim lewat lembaga pendidikan, masjid, hingga pesantren.

Di samping itu, kehadiran produk-produk investasi syariah yang lebih murah dari perbankan konvensional, serta bisa dijangkau masyarakat secara luas.

"Jadi kita akan menjawab tantangan kenapa masyarakat di konvensional karena lebih murah. Di syariah harus lebih murah Pak Herry," ujar Wimboh dalam webinar yang juga dihadiri Direktur Utama BSI, Herry Gunadi.