Kumparan Logo

Bos OJK Curhat Dapat Pesan Modus Pengurangan Biaya Transfer Antarbank

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan konferensi pers inklusi keuangan pada Jumat (7/10/2022). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan konferensi pers inklusi keuangan pada Jumat (7/10/2022). Foto: Dok. Istimewa

Para penipu di sektor keuangan memiliki berbagai modus kejahatan, salah satunya mengirimkan pesan yang mengatasnamakan bank dan memberitahu calon korban bahwa biaya transfer antarbank mengalami perubahan. Pesan tersebut rupanya juga didapatkan oleh Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi.

“Jangankan mereka (masyarakat), saya saja dapat WA, apakah ibu tertarik untuk pengurangan biaya transaksi ini. Saya lihat logonya sama persis gitu ya,” ujar wanita yang disapa Kiki dalam konferensi pers OJK virtual, Jumat (7/10).

Kiki menjelaskan, penipu tersebut menggunakan logo Himpunan Bank Negara (Himbara) maupun bank lainnya dengan sangat mirip. Menurutnya, masyarakat harus mengecek kembali jika menerima pesan tersebut. Di sinilah, kata dia, pentingnya edukasi dan literasi keuangan bagi masyarakat.

“Karena kita sangat literated dalam hal ini, kita tahu itu palsu, kita cross check lagi ke bank ada program ini,” tambahnya.

Kiki menyebut, Perbanas dan Himbara telah menampilkan publikasi bersama-sama untuk memberi edukasi dan literasi, termasuk asosiasi. OJK memiliki program digital literacy, karena masih ada masyarakat yang belum melek digital.

“Tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat pedesaan masih rendah. Banyak korban penipuan investasi di desa, mengatasnamakan koperasi dan pinjol ilegal,” kata Kiki.

Melalui akses keuangan, lanjut Kiki, masyarakat punya kesempatan untuk memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara lebih optimal. Stabilitas sistem keuangan yang terjaga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan produk keuangan.