Bos PTBA Target DME Pengganti LPG Diproduksi Tahun 2026
·waktu baca 2 menit

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Arsal Ismail, mengungkapkan proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Muara Enim, Sumatera Selatan akan mulai berproduksi di tahun 2026.
Arsal menjelaskan, pembangunan proyek gasifikasi batu bara tersebut masih berjalan. Dia mengatakan, progres pembangunan terbaru yaitu pengujian coal sampling.
"Teman-teman Air Products lakukan geotech. Dia melakukan penelitian soal lahan di sana. Mudah-mudahan berjalan baik," jelasnya kepada wartawan usai konferensi pers, Jumat (26/8).
Dia melanjutkan, progres proyek masih bersifat administratif menunggu Keputusan Presiden (Keppres), lantaran Perseroan akan membuat kawasan industri tersebut menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK), setidaknya rampung di tahun ini.
Di samping berproses menjadi KEK, lanjut Arsal, kegiatan coal sampling di proyek DME dilakukan agar spesifikasi material tidak berbeda jauh dengan kebutuhan Air Products. Sehingga dia menargetkan kegiatan fisik dimulai tahun 2023.
Sementara itu, Arsal menyebutkan gasifikasi batu bara menjadi DME akan menghasilkan produk substitusi LPG, sehingga impor LPG nasional bisa turun. Kata dia, proyek tersebut akan mulai berproduksi di tahun 2026.
"Kalau sesuai timeline kita, kan pembangunan kurang lebih 3 tahun, kalau tahun depan sudah mulai diharapkan 2026 sudah hasilkan produk DME itu," ungkapnya.
"Hasil sementara DME itu bisa diuji coba, hasilnya bisa digunakan. Kualitasnya berapa itu Pertamina tahu lebih detail, karena hilirisasi di Pertamina juga. Kami kan di hulunya," tandasnya.
Sebelumnya, PTBA, Pertamina, dan Air Products & Chemicals Inc (APCI) telah menggelar groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi DME pada 24 Januari 2022 di Kawasan Industri Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Kegiatan ini dihadiri dan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Dengan utilisasi 6 juta ton batu bara per tahun, proyek ini dapat menghasilkan 1,4 juta DME per tahun untuk mengurangi impor LPG sebesar 1 juta ton per tahun.
