news-card-video
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

Boy Thohir & Keluarganya Borong 7,33 Juta Lembar Saham AADI

19 Maret 2025 18:52 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk (Adaro) Garibaldi Thohir memberikan keterangan pers usai melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (15/5/2024). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk (Adaro) Garibaldi Thohir memberikan keterangan pers usai melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (15/5/2024). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
ADVERTISEMENT
Pengusaha tambang Garibaldi Thohir atau Boy Thohir secara pribadi dan perusahaan keluarganya yaitu PT Trinugraha Thohir (TNT) memborong 7.331.000 lembar saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Pembelian dilakukan pada Rabu (19/3).
ADVERTISEMENT
Secara rinci, Boy membeli 3.651.000 lembar dan PT TNT sebanyak 3.680.000 lembar. Di dalam PT TNT, termasuk Menteri BUMN Erick Thohir dan ibu mereka.
Selain pembelian saham secara pribadi, perusahaan yang dipimpin Garibaldi Thohir yaitu PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (AlamTri-ADRO), juga melakukan pembelian kembali saham (buyback) yang dikeluarkan oleh perseroan sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29 tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka. Hal ini juga telah disetujui oleh para pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2024.
Ilustrasi Adaro. Foto: Shutterstock
"Aksi beli di tengah tingginya volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ini dilakukan karena percaya terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan fundamental operasional perusahaan," katanya dalam keterangan yang diterima kumparan.
ADVERTISEMENT
Boy menilai pelemahan pasar saham domestik dalam beberapa hari terakhir bukan menjadi alasan bagi investor dan pelaku pasar untuk tidak memperluas portofolionya di pasar modal.
"Tren pelemahan harga saham-saham idealnya dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan aksi pembelian atau menambah kepemilikan saham. Terlebih, saham dari emiten domestik memiliki kinerja keuangan yang cukup positif," terangnya.