BP-AKR hingga Vivo Buka Peluang Beli BBM Pertamina

6 Oktober 2025 15:04 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BP-AKR hingga Vivo Buka Peluang Beli BBM Pertamina
PT Vivo Energy Indonesia (Vivo), PT Aneka Petroindo Raya (APR) atau SPBU BP-AKR, dan PT AKR Corporindo (AKRA), sepakat menindaklanjuti pembelian BBM dari Pertamina.
kumparanBISNIS
Suasana SPBU BP-AKR di tengah turunnya harga BBM, Senin (2/1/2022). Foto: Dok. BP-AKR
zoom-in-whitePerbesar
Suasana SPBU BP-AKR di tengah turunnya harga BBM, Senin (2/1/2022). Foto: Dok. BP-AKR
ADVERTISEMENT
PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan hasil pertemuan dengan lima badan usaha (BU) SPBU swasta di kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM pada Jumat (3/6) lalu.
ADVERTISEMENT
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan tiga badan usaha, yakni PT Vivo Energy Indonesia (Vivo), PT Aneka Petroindo Raya (APR) atau SPBU BP-AKR, dan PT AKR Corporindo (AKRA), sepakat menindaklanjuti pembelian BBM dari Pertamina.
"VIVO, APR, dan AKR sudah sepakat untuk menindaklanjuti pembicaraan lebih teknis dan tindak lanjut tahap selanjutnya," ungkapnya kepada kumparan, Senin (6/10).
Ilustrasi SBPU Shell dan BP. Foto: REUTERS
Sementara itu, dua badan usaha swasta lain yaitu PT Shell Indonesia dan PT ExxonMobil Lubricants Indonesia atau SPBU Indomobil belum dapat melanjutkan pembahasan.
"Exxon dan Shell belum dapat melanjutkan pembicaraan karena Shell masih perlu berkoordinasi dengan kantor pusatnya spesifik pemenuhan compliance vendor, dan Exxon akan berdiskusi untuk kebutuhan November karena masih memiliki stok," jelas Roberth.
ADVERTISEMENT
Adapun poin kesepakatan Pertamina dengan 3 badan usaha SPBU swasta yakni sebagai berikut. Pertama, kesepakatan dokumen pernyataan dalam rangka menjaga good corporate governance (GCG) dan regulasi seperti pernyataan anti monopoli, money laundry, penyuapan, dan lainnya.
Kemudian, menyampaikan kebutuhan komoditas yang dibutuhkan dan membahas kesepakatan terkait spesifikasi produk, key terms, dan Syarat dan Ketentuan Umum (GTC).
Selanjutnya, kata Roberth, Pertamina akan menyampaikan kembali spesifikasi produk yang dapat memenuhi persyaratan dan kebutuhan semua badan usaha, termasuk join surveyor untuk dikonfirmasi oleh badan usaha swasta terkait.
"Apabila BU swasta setuju, maka akan dilaksanakan proses pengadaan komoditi tersebut," tutur Roberth.
Selanjutnya, pemenang pengadaan akan disampaikan kepada badan usaha swasta dalam lingkup penyedia kargo, best price dan volume kargo. Apabila badan usaha swasta sepakat, maka akan dibicarakan terkait aspek komersial secara business to business (btob) dan juga join inspection yang dilakukan.
ADVERTISEMENT
"Selanjutnya tahap akhir adalah pengiriman kargo yang sudah disepakati sekitar di minggu ketiga Oktober," ungkap Roberth.
Roberth menegaskan bahwa proses negosiasi berjalan dengan kesepakatan dari tiga badan usaha swasta tersebut, karena pengiriman kargo dalam satu pengadaan yang sama tidak terpisah-pisah.
"Kembali Pertamina menyampaikan bahwa dengan semangat kolaborasi berdasarkan niat baik untuk memberikan pelayanan pada masyarakat ini untuk di sikapi dengan bijak dan positif, sesuai arahan dari pemerintah," pungkasnya.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR dengan PT Pertamina (Persero) dengan badan usaha SPBU swasta, Rabu (1/10/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Sebelumnya, per 26 September 2025, Pertamina mengungkapkan belum ada badan usaha SPBU swasta yang sepakat membeli BBM murni atau base fuel Pertamina. Sebelumnya, Vivo sepakat membeli 40.000 barel, namun urung dilakukan.
Pertamina sudah mengimpor satu kargo berisi 100.000 barel BBM, yang awalnya akan diserap oleh Vivo. Adapun kargo kedua BBM juga direncanakan sampai pada pekan lalu.
ADVERTISEMENT
"Kronologi yang kami sampaikan sebelumnya ada dalam tabel ini, di mana akhirnya 26 September malam tidak ada satu pun SPBU swasta yang dapat bersepakat dengan kami sementara ini," ungkap Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, saat RDP Komisi XII DPR, Rabu (1/10).
Pertamina Patra Niaga sebelumnya telah menyisihkan kuota impor untuk diserap badan usaha swasta yang kehabisan pasokan, yakni 1,2 juta kiloliter untuk BBM RON 92, dan 270 ribu kiloliter jenis BBM RON 98.