Kumparan Logo

BP Tapera Buka Potensi BCA Jadi Mitra Penyalur KPR Subsidi

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho dalam media briefing Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) di Kantor BP Tapera, Jakarta Selatan, Rabu (5/6/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho dalam media briefing Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) di Kantor BP Tapera, Jakarta Selatan, Rabu (5/6/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) membuka kemungkinan salah satu bank swasta raksasa Indonesia, PT Bank Central Asia (BCA) Tbk (BBCA) menjadi salah satu mitra penyalur KPR subsidi.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengatakan pihak BP Tapera sudah berdiskusi dengan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengenai penjajakan mitra KPR subsidi.

"Kita sudah bicara dengan Pak Jahja, kemungkinan untuk perluasan mitra bank penyalur BP Tapera untuk penyaluran KPR subsidi, akan dibuka opsi juga dengan BCA," ungkapnya saat ditemui usai rapat dengan Menteri PKP Maruarar Sirait di Jakarta, Selasa (22/4).

Heru menyebutkan, perluasan akses pembiayaan KPR subsidi melalui bank swasta nasional terbesar ini ke depannya akan mengusung konsep perumahan bercampur (mixed) dengan fasilitas publik.

Pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri BUMN Erick Thohir, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Komisioner BP Tapera, dan Asosiasi Pengembang, Selasa (22/4/2025). Foto: Fariza/kumparan

Selain itu, BP Tapera nantinya akan menerima rekomendasi beberapa nama pengembang besar dari BCA yang akan berkontribusi dalam pembangunan rumah subsidi dalam satu hamparan.

"Konsepnya nanti mungkin jika bisa kita bicarakan mixed dalam satu kompleks, memang harus one stop living, ada sekolah, ada pasar, ada sarana kesehatan, dan sebagainya," jelasnya.

Sementara itu, Jahja menambahkan pihak BCA menyambut baik beberapa inisiatif Kementerian PKP terkait program 3 juta rumah dengan lokasi yang strategis, misalnya menggaet lahan lapas atau penjara untuk dijadikan perumahan.

Namun demikian, Jahja mengatakan klasifikasi penerima KPR tetap perlu diperhatikan dengan matang, sehingga penyalurannya bisa tepat sasaran. Jika lokasi dan sarana-prasarana tersebut juga baik, BCA pun membuka peluang untuk ikut berpartisipasi sebagai mitra penyalur KPR subsidi.

Karena tadi juga saya permasalahkan, kalau hanya bicara rumah, Pak, kalau nggak ada fasilitas, bisa-bisa biaya untuk akses pendidikan, rumah sakit itu jadi mahal. Tapi kalau memang lokasinya sudah prime location, sarana-prasarana sekitar itu sudah baik, tinggal kan siapa yang mengembangkan, dan tinggal pembiayaan. Tentu kita bisa berpartisipasi dalam hal ini," kata Jahja.

instagram embed