Kumparan Logo

BPDP Sebut Realisasi Dana Peremajaan Sawit Rakyat Capai Rp 606 Miliar

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kelapa sawit. Foto: Yogie Hizkia/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kelapa sawit. Foto: Yogie Hizkia/Shutterstock

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengungkap realisasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sepanjang Januari 2026 hingga saat ini mencapai Rp 606 miliar.

Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, mengatakan realisasi tersebut mencakup 133 proposal dengan luas 20.229 hektare (ha) dan 10.403 pekebun.

“Pada tahun 2026 realisasi PSR ini ada 133 proposal dengan luasan 20.229 ha. Kemudian mencakup 10.403 pekebun, nilainya sebesar Rp 606 miliar,” kata Eddy di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (20/8).

Program PSR merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sawit rakyat. Program ini telah berjalan sejak 2017.

“Program PSR ini dalam beberapa waktu sejak 2017 hingga Juli [2026] sudah terealisasi 427.441 ha dengan total dana Rp 12,14 triliun dan diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja sampai dengan 1 juta orang,” ujar Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat Penandatanganan Pendanaan Program Sawit Rakyat & Program Beasiswa Kelapa Sawit dengan 9 Perguruan Tinggi di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/8).

Menurut Airlangga, program PSR juga sejalan dengan kebijakan biodiesel yang saat ini telah mencapai tahap B50. Program tersebut diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 9 Juli lalu.

Dia mengatakan, penerapan B50 meningkatkan kebutuhan CPO untuk biodiesel dari 15,6 juta ton menjadi 18 juta ton. Dengan demikian, program PSR penting untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sawit.

“Untuk tahun ini pendapatannya sebesar 27,8 persen dari penggunaan ekspor atau meningkat dibandingkan tahun lalu 73,2 persen. Kemudian dana hasil ini menyesuaikan kepada transfer daerah dan transfer daerah juga naik dibandingkan tahun lalu sebesar 22,3 persen,” jelasnya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers terkait perjanjian perdagangan timbal balik Indonesia-AS di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Airlangga menuturkan kinerja BPDP ke depan menjadi penting, salah satunya dalam menghimpun dana untuk membiayai program ketahanan energi melalui biodiesel B50.

Selain itu, BPDP juga mendorong kerja sama pemberian beasiswa dengan sejumlah perguruan tinggi. Saat ini terdapat 42 perguruan tinggi yang menjadi mitra BPDP dari Aceh hingga Papua, dengan penerima beasiswa mencapai 5.000 mahasiswa.

Airlangga menantang agar jumlah penerima beasiswa tersebut dapat ditingkatkan 4 kali lipat menjadi 20 ribu mahasiswa.

“Kami memberikan tantangan di mana dari beasiswa 5 ribu ini harus bisa ditingkatkan 4 kali menjadi 20 ribu. Sehingga tentu ini menjadi penting terutama untuk meningkatkan produktivitas di sawit,” tuturnya.

Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO

Salurkan Rp 590 M untuk PSR Agustus 2026

BPDP mengalokasikan dana Rp 590 miliar untuk program PSR pada Agustus 2026, mencakup 69 kelembagaan yang terdiri dari 4.765 pekebun di 11 provinsi dengan total luas lahan 9.842 ha.

“PKS PSR ini mencakup 394 pekebun dengan luasan 940 ha, dengan nilai Rp 56 miliar. Ini merupakan bagian dari PKS PSR di bulan Agustus 2026 yang berjumlah 69 kelembagaan, yang terdiri dari 4.765 pekebun tersebar di 11 provinsi, dengan luas lahan total 9.842 ha, dengan total dana PSR yang akan tersalurkan Rp 590 miliar,” kata Ketua Dewan Pengawas BPDP, Dida Gardera.

Pekebun yang menerima pendanaan PSR periode Agustus 2026 di antaranya adalah KUD Makmur Jaya, Kabupaten Labuan Batu Selatan, Sumatra Utara dengan luas lahan 33,369 ha; Koperasi Pemasaran Tani Rukun, Kabupaten Siak, Riau dengan luas lahan 277,268 ha; serta Koperasi Desa Merah Putih Tambang Emas, Kabupaten Merangin, Jambi dengan luas lahan 98,3 ha dan lain-lain.