BPDPKS Catat Insentif Biodiesel 35 Persen Tembus Rp 1,3 T di Kuartal I 2024

24 Mei 2024 17:59 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi perkebunan sawit di Malaysia. Foto: ashadhodhomei/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perkebunan sawit di Malaysia. Foto: ashadhodhomei/Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat realisasi insentif biodiesel kepada produsen minyak sawit untuk bauran biodiesel 35 persen (B35) per kuartal I 2024 mencapai Rp 1,39 triliun.
ADVERTISEMENT
Pemerintah telah mengalokasikan 11,8 juta ton biodiesel seiring dengan peluncuran B35 sejak tahun 2023. Program ini dapat mengurangi emisi GRK sekitar 34,9 juta ton CO2.
Adapun insentif biodiesel kepada produsen menggunakan pungutan ekspor, yakni dana yang dipungut BPDPKS dari perusahaan yang melakukan ekspor komoditas kelapa sawit.
Kepala Divisi Perusahaan BPDPKS, Achmad Maulizal, mengatakan BPDPKS menargetkan pungutan ekspor bisa mencapai Rp 27,3 triliun di tahun 2024, dengan proyeksi kebutuhan dana insentif biodiesel sebesar Rp 28,5 triliun.
"Realisasi pembayaran insentif biodiesel triwulan I 2024 Rp 1,39 triliun," ungkap Achmad saat dihubungi kumparan, Jumat (24/5).
Achmad memproyeksi rata-rata selisih Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel dengan HIP Solar mencapai Rp 2.516 per liter. Harga tersebut, kata dia, masih di luar ongkos angkut dan PPN.
Pekerja memuat buah kelapa sawit ke atas truk di Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (31/1/2024) Foto: ANTARA FOTO/Fransisco Carolio
Selama implementasi B35 di tahun 2023, Achmad mencatat pendapatan BPDPKS yang bersumber dari Pungutan Ekspor sebesar Rp 32,29 triliun, sementara pembayaran insentif biodiesel kepada produsen mencapai Rp 18,32 triliun.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Achmad mengatakan, pihaknya belum menetapkan target insentif biodiesel kepada produsen untuk tahun depan, meskipun pemerintah sudah menargetkan peningkatan bauran biodiesel menjadi 40 persen (B40).
"Saat ini uji jalan B40 sedang berjalan. Menjawab pertanyaan itu (implementasi B40 tahun depan) lebih tepat ke KESDM ya karena terkait policy," jelasnya.
Saat ini, Kementerian ESDM baru memulai uji coba penerapan B40 di sektor selain otomotif, meliputi kereta api, kapal, alat mesin pertanian, alat berat, hingga pembangkit. Uji terap sektor non otomotif ini dilaksanakan dengan rentang waktu hingga 8 bulan.
Pengujian B40 sebelumnya sudah dilaksanakan pada 12 kendaraan roda empat alias mobil pada tahun 2022, serta enam kendaraan kelas berat di bawah 3,5 ton dengan target harian jarak tempuh 560 km dan total 50 ribu km.
ADVERTISEMENT