Kumparan Logo

BPJT: Bayar Tol Tanpa Berhenti Berlaku Total Mulai Tahun 2024

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah kendaraan melintasi gerbang Tol Bogor, ruas Jagorawi di Kota Bogor, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kendaraan melintasi gerbang Tol Bogor, ruas Jagorawi di Kota Bogor, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR, memastikan sistem bayar tol tanpa berhenti berlaku secara total mulai tahun 2o24.

Kepala BPJT, Danang Parikesit, selama proses transisi sebelum diberlakukan transaksi tol atau layanan dengan menggunakan sistem Multi Lane Free Flow (MLFF), akan dilakukan pengurangan gerbang tol secara bertahap.

"Kalau dari sisi perjanjian, implementasi secara penuh akan dilaksanakan pada 2024," kata Danang seperti dikutip dari Antara, Jumat (20/5).

Danang memastikan penerapan teknologi nontunai nirsentuh di jalan tol ini bukan sesuatu yang langsung berubah, karena BPJT juga akan melihat kesiapan teknologinya, kesiapan dan respons dari konsumen, serta kesiapan penegakan hukumnya.

"Jadi semua akan kita lakukan secara bertahap dengan kemampuan kita untuk beradaptasi dengan teknologi baru ini," kata Danang.

BPJT saat ini berencana melakukan uji coba sistem transaksi tersebut pada tahun ini, yang akan dilaksanakan oleh PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) sebagai Badan Usaha Pelaksana Sistem Transaksi Tol.

Kepala BPJT Kemen PUPR, Danang Parikesit. Foto: Jasa Marga

"Secara timeline kita mengharapkan akan memulai proses uji coba MLFF pada tahun ini. Harapan kita kalau tidak ada kendala teknis, sesuai kesepakatan akan dilakukan upaya implementasi secara bertahap yang tergantung pada hasil uji coba yang akan dilaksanakan oleh RITS sebagai Badan Usaha Pelaksana Sistem Transaksi Tol," katanya.

Sebelumnya BPJT menargetkan transaksi nontunai dan nirsentuh di jalan tol itu akan diterapkan secara bertahap di beberapa ruas jalan tol pada akhir tahun ini.

Untuk tahap awal implementasi dimulai dengan masa transisi pada beberapa ruas jalan tol, di mana sebagian gardu pada setiap gerbang tol masih dapat menggunakan kartu tol elektronik

Kepala BPJT Danang Parikesit menyampaikan bahwa untuk penerapannya direncanakan akhir tahun 2022, sedangkan untuk ruas jalan tol yang akan diterapkan sistem tersebut pada akhir tahun masih dalam pembahasan.