Kumparan Logo

BPK Resmikan Corporate University, Kualitas Auditor Negara Diharapkan Meningkat

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi BPK RI (Badan Pemeriksaan keuangan). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi BPK RI (Badan Pemeriksaan keuangan). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) meresmikan BPK Corporate University (Corpu) sebagai upaya untuk mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Keberadaan BPK Corpu diharapkan dapat mewujudkan tata kelola keuangan negara yang berkualitas dan bermanfaat untuk mencapai tujuan negara.

BPK Corpu bukan berarti bahwa BPK memiliki sebuah universitas, melainkan sebuah pendekatan pembelajaran organisasi untuk pengembangan kompetensi pegawai BPK, yang bertujuan untuk mendukung kinerja BPK.

Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan, BPK perlu merespons perkembangan teknologi informasi sebagai kebutuhan internal organisasi, salah satu pengembangan SDM. Selain itu juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemeriksaan keuangan negara.

“Arah pengembangan SDM, utamanya diarahkan untuk peningkatan kompetensi pelaksana BPK, khususnya terkait dengan kompetensi dalam bidang pemeriksaan atau audit dan komunikasi audit,” ujar Agung dalam peresmian BPK Corpu secara virtual, Kamis (8/4).

Ketua BPK RI, Agung Firman Sampurna, saat konferensi pers terkait koordinasi BPK RI dengan kejaksaan agung perihal pemeriksaan asuransi Jiwasraya, Rabu (8/1). Foto: Helmi Afandi/kumparan

Agung mengatakan, beban tugas dan risiko yang dikerjakan oleh BPK sangat tinggi sepanjang tahun. Baik dalam bentuk pemerintahan atas laporan keuangan sebagai bagian dari tugas mandatory, pemeriksaan kinerja, maupun pemeriksaan dengan tujuan tertentu termasuk pemeriksaan investigasi untuk mendukung penegakan hukum.

Menurut dia, pemenuhan formasi BPK saat ini masih jauh dari kebutuhan idealnya. Untuk itu, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan organisasi.

“Tidak jarang kita dengar bahwa di saat tugas pemeriksaan BPK, pada saat yang sama dilakukan kegiatan diklat, yang tentu akan mengganggu proses pemeriksaan,” kata dia.

“Dibutuhkan inovasi, sehingga upaya peningkatan kompetensi dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi tidak mengurangi kapasitas organisasi dalam menjalankan perannya di sisi yang lain,” ucap Agung.

Pola pembelajaran dalam BPK Corpu sendiri diselaraskan antara apa yang dipelajari dalam pelatihan dengan apa yang dibutuhkan oleh organisasi. Program pelatihan juga difokuskan memberikan peningkatan kinerja organisasi secara nyata, dan partisipasi peserta pembelajaran menjadi lebih flexible dan accessible.

“BPK Corpu dapat dipahami sebagai sistem pembelajaran yang memiliki learning focus, di mana kurikulum, silabus, dan bahan ajar disusun berdasarkan masalah kinerja yang dihadapi oleh individu dan organisasi dalam mendukung tujuan organisasi,” tambahnya.