Kumparan Logo

BRI dan BFI Finance Kerja Sama Salurkan Kredit Kendaraan Bermotor Rp 1 T

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BRI dan BFI Finance Kerja sama Salurkan Kredit. Foto: Dok. BFI Finance
zoom-in-whitePerbesar
BRI dan BFI Finance Kerja sama Salurkan Kredit. Foto: Dok. BFI Finance

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menandatangani perjanjian kerja sama dalam pelayanan kredit kendaraan bermotor dengan limit fasilitas sampai dengan Rp 1 triliun. Penandatanganan kerja sama dilakukan di Jakarta (26/8) oleh Handaru Sakti, selaku Executive Vice President Consumer Lending Sales and Development Division BRI dan Sudjono, selaku Finance Director BFI Finance.

Kerja sama fasilitas ini telah berlangsung sejak tahun 2010 dengan total limit kumulatif lebih dari Rp 3 triliun.

“Perjanjian kerja sama ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi pada BFI Finance dari industri perbankan. Hal ini juga membuktikan terjalinnya hubungan yang baik sejak lama antara BFI Finance dan BRI hingga kini,” ujar Sudjono dalam keterangannya.

Dua motor baru Kymco, X-Town 250 dan GP 125. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Jangka waktu pelaksanaan kerja sama ini sampai dengan 24 bulan dari tanggal penandatanganan Perjanjian. Tenor penarikan terhitung sampai dengan 48 bulan per masing-masing penarikan. BFI Finance akan menggunakan fasilitas ini untuk mendukung pembiayaan kendaraan bermotor yang berkualitas bagi masyarakat, dengan tetap menjalankan prinsip kehati-hatian dalam manajemen keuangan dan risiko guna menjaga kinerja Perusahaan yang sehat.

Di tengah kondisi perekonomian yang masih menantang akibat dampak pandemi COVID-19, BFI Finance tetap optimistis pembiayaan kendaraan bermotor akan kembali meningkat seiring dengan bergeraknya kembali perekonomian dan aktivitas masyarakat.

“Kerja sama dengan BRI ini merupakan salah satu bentuk diversifikasi sumber pendanaan perusahaan guna memperoleh struktur pendanaan yang optimal antara fasilitas pinjaman dari perbankan dalam dan luar negeri serta penerbitan obligasi di pasar modal,” tambah Sudjono.