Kumparan Logo

BRI Luncurkan BMSI, Indeks Penilai Prospek Bisnis UMKM

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi aplikasi BRI Mobile. Foto: Dok. Bank BRI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aplikasi BRI Mobile. Foto: Dok. Bank BRI

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) atau BRI meluncurkan BRI Micro & SME Index atau BMSI. Produk ini berisi laporan hasil survei yang dilakukan BRI terhadap prospek bisnis pelaku UMKM.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, di dalam BMSI terdapat dua indikator. Pertama, Indeks Aktivitas Bisnis (IAB) untuk melihat situasi sekarang. Kedua, Indeks Ekspektasi Aktivitas Bisnis (IEAB) yang mengukur ekspektasi 3 bulan akan datang.

"Indeks ini kita launching pada hari ini untuk digunakan mengukur aktivitas bisnis UMKM dan kami buat sebagai bentuk kepedulian BRI terhadap aktivitas UMKM Indonesia," kata dia dalam konferensi pers Paparan Kinerja Kuartal III 2020 secara virtual, Rabu (11/11).

BMSI akan dilakukan berkala oleh BRI yang laporannya bisa dilihat secara terbuka. Survei ini dibentuk agar bisa menjadi pertimbangkan atau tolak ukur pengambil kebijakan, termasuk perbankan dalam memberikan kredit kepada UMKM.

"BMSI ini juga akan jadi leading indicator pertama di Indonesia yang mengukur aktivitas UMKM. Ke depan, BMSI akan dipublikasikan secara rutin setiap kuartal sehingga dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi kebijakan publik," terangnya.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada kuartal III 2020 ini, BMSI mencatat mulai ada gairah dari bisnis UMKM. Para pelaku perlahan mulai bangkit dan ada perbaikan dari keterpurukan akibat wabah corona.

Kata dia, hasil survei menunjukkan BMSI naik dari 65,5 menjadi 84,2 di kuartal III 2020 dan diproyeksikan meningkat menjadi 109,3 untuk kuartal IV 2020.

Menggeliatnya aktivitas UMKM tersebut berdampak positif terhadap kinerja BRI hingga akhir kuartal III 2020.

Ilustrasi UMKM Binaan BRI Foto: Dok. BRI

Pertumbuhan kredit BRI kuartal III 2020 naik 48 persen menjadi Rp 935,35 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 891,87 triliun. Secara grup, kredit BRI tumbuh 4,86 persen, masih lebih tinggi dari kredit industri yang hanya tumbuh 0,12 persen.

Kredit BRI banyak ditopang oleh kredit mikro Rp 328 triliun, ritel dan menengah Rp 283 triliun, korporasi Rp 181 triliun, dan konsumer Rp 142 triliun.

Sunarso mengatakan, kredit perusahaan ke UMKM di masa sulit ini justru naik menjadi 80,65 persen yaitu Rp 754,33 triliun. Sedangkan kredit ke non UMKM sebanyak Rp 181,01 triliun.

"Ini merupakan milestone dari perseroan, di mana untuk pertama kalinya BRI mampu mencapai porsi kredit UMKM sebesar 80 persen. Pencapaian ini kita targetkan tercapai di tahun 2022 dan BRI mampu menjawab tantangan tersebut lebih cepat," ujarnya.