BRI Luncurkan Kartu BRIZZI Edisi Safe Travel

Kementerian luar negeri (Kemenlu) memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi guna melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di luar negeri. Misalnya meluncurkan aplikasi Safe Travel berbasis android.
Aplikasi Safe Travel sebenarnya sudah meluncur dalam versi beta sejak Januari 2017. Namun di hari ini, aplikasi tersebut sudah dapat diakses dengan tools yang lebih lengkap.
"Kami memandang penting memanfaatkan teknologi dengan menghadapi situasi keamanan WNI dan TKI yang berada di luar negeri, baik untuk sementara ataupun menetap," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Acara The Safe Travel Fest yang bertajuk Resposibly Fun di Central Park, Jakarta Barat, Sabtu (14/4).
Di dalam aplikasi Safe Travel, user atau pengguna akan mendapatkan informasi lengkap mengenai 180 negara terkait tingkat keamanan dan kerawanan. Informasi tersebut berupa alamat, nomor telepon, faksimili, email, dan hotline perwakilan RI, baik Kedutaan Besar RI maupun Konsulat Jenderal.
Selain itu aplikasi Safe Travel memberikan informasi tambahan terkait hukum dan tata aturan yang berlaku di masing-masing negara, mata uang setempat, tempat ibadah, lokasi wisata, dan informasi kuliner Indonesia.
"Terdapat pula infografis unik yang menghibur dan bisa menjadi bacaan saat perjalanan menuju negara tujuan. Informasi lainnya bahkan hingga colokan listrik yang dipergunakan di negara tujuan," tambah Retno.

Fitur penting lain di dalam aplikasi ini adalah tombol darurat (panic button). Dalam keadaan darurat, WNI yang sedang berada di luar negeri dapat menggunakan fitur tersebut untuk mengirim foto, video dan menghubungi perwakilan RI terdekat dan mengirim lokasi kejadian.
"Ini akan membuat WNI lebih aman," ucap Retno.
Aplikasi Safe Travel juga dapat terhubung dengan media sosial. Pengguna dapat upload foto, check in untuk diunggah di media sosial seperti Facebook. Dengan demikian pengguna dapat terhubung dengan lebih banyak pengguna lainya.
Ia menambahkan saat ini potensi berkunjung ke luar negeri cukup besar. Data Kementerian Luar Negeri menunjukkan sebanyak 2,9 juta WNI berada di luar negeri, dari jumlah mayoritas tersebut, mayoritas sebanyak 2,8 juta merupakan pekerja migran, sisanya terdiri atas pelajar dan Anak Buah Kapal (ABK). Sementara itu, saat ini tercatat sebanyak 18 juta WNI bepergian ke luar negeri untuk keperluan wisata, termasuk wisata religi (haji dan umrah).
Peluncuran aplikasi Safe Travel disambut baik Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Suprajarto. Menurut dia, dengan hadirnya aplikasi ini dapat memberikan rasa aman bagi WNI di luar negeri.
"Saya harap dengan dilaunching Safe Travel otomatis semua (WNI) di negara mana saja terlindungi. Ini sangat luar biasa kalau dulu informasi terasa lama, dengan ini luar biasa," timpal Suprajarto.

Pada kesempatan yang tersebut juga diselenggarakan panandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara BRI dan Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri tentang Dukungan Bank BRI terhadap Perlindungan dan Pemberdayaan Warga Negara Indonesia (WNI) di Luar Negeri. BRI juga meluncurkan BRIZZI khusus edisi Safe Travel yang dapat dibeli dan dimiliki oleh para pengunjung selama acara berlangsung.
“Kartu BRIZZI edisi khusus Safe Travel kami buat sebagai collectible items bagi masyarakat, disamping untuk mendorong cashless society," imbuh Suprajarto.
