BRI Pastikan Kredit ke Sektor Batu Bara Bukan Prioritas
·waktu baca 1 menit

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI menyatakan tidak berencana meningkatkan ekspansi kredit ke sektor batu bara.
Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto menyampaikan, saat ini portofolio kredit BRI terhadap batu bara sangat kecil. BRI akan terus fokus di segmen UMKM.
"Portofolio kredit BRI pada batu bara tercatat hanya 0,3 persen dari total penyaluran kredit BRI. Sektor industri batu bara bukan menjadi prioritas BRI dalam penyaluran kredit BRI," ujar Aestika kepada kumparan, Jumat (16/9).
Aestika menambahkan, fokus penyaluran kredit BRI ke depan adalah di sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, aktivitas jasa keuangan, aktivitas kesehatan dan kesenian hiburan.
Sebagai First Mover On Sustainable Banking di Indonesia, lanjut Aestika, BRI berkomitmen untuk terus meningkatkan pembiayaan kepada aktivitas bisnis yang berkelanjutan (sustainable business activities), termasuk pembiayaan hijau (green financing) untuk memberikan nilai kepada seluruh pemangku kepentingan.
"Hingga Juni 2022, BRI telah memberikan pembiayaan kepada kegiatan ESG mencapai Rp 657,1 triliun atau setara dengan 65,5 persen dari total pinjaman," katanya.
Aestika mencermati, nilai tersebut meningkat 11,7 persen dibandingkan dengan Juni tahun 2021 yang sebesar Rp 588,4 Triliun atau 64,5 persen dari total pinjaman.
