BRI Salurkan Kredit Rp 1.416 T, Porsi UMKM Capai 80 Persen
·waktu baca 2 menit

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) mencatat penyaluran kredit senilai Rp 1.416,62 triliun pada semester I-2025, tumbuh 5,97 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan dari total kredit tersebut mayoritas disalurkan ke sektor UMKM. Kredit UMKM tercatat mencapai Rp 1.137,84 triliun atau setara 80,32 persen dari total portofolio pembiayaan BRI.
Selain menyalurkan kredit, kualitas aset perseroan juga menunjukkan perbaikan. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross turun menjadi 3,23 persen, sementara NPL net menipis ke 0,99 persen per akhir Juni 2025.
Dari sisi pendanaan, BRI juga mencatat kinerja positif. Total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun tumbuh 6,65 persen yoy menjadi Rp 1.482,12 triliun. Dana murah atau current account saving account (CASA) mendominasi dengan porsi 65,51 persen.
Dengan pertumbuhan kredit dan DPK yang cukup seimbang, rasio loan to deposit ratio (LDR) BRI tercatat di angka 84,97 persen secara konsolidasi. Adapun total aset BRI naik 6,52 persen menjadi Rp 2.098,23 triliun.
"Penyaluran kredit tumbuh 6 persen secara year on year menjadi Rp 1.416,6 triliun. Di total kredit disalurkan segmen UMKM memegang porsi yang terbesar," kata Hery dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (31/7).
Adapun, laba bersih periode berjalan BRI tercatat sebesar Rp 26,53 triliun pada semester I-2025. Namun, angka tersebut turun 11,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 29,89 triliun.
Pendapatan bunga BRI tercatat naik 2,6 persen yoy menjadi Rp 102,37 triliun. Namun, beban bunga ikut meningkat 2,07 persen menjadi Rp 29,10 triliun, yang sedikit menekan margin keuntungan perseroan.
