BRI Siapkan Rp 2,5 Triliun untuk Buyback Saham
·waktu baca 2 menit

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mempertimbangkan akan melakukan pembelian kembali saham atau buyback. Direktur Keuangan BRI, Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari, mengatakan perseroan masih memiliki sisa dana Rp 2,5 triliun yang dapat digunakan untuk buyback.
“Kami memperoleh budget kurang lebih sekitar Rp 3 triliun, dan saat ini kami masih memiliki budget sekitar Rp 2,5 triliun yang tentunya dapat kami pakai (untuk buyback),” kata Vivi dalam konferensi pers, Kamis (30/10).
Vivi mengakui harga saham BRI saat ini memang berada pada posisi undervalued. Sehingga BRI mempertimbangkan segera merealisasikan aksi buyback saham tersebut.
“Sesegera mungkin. Kalau kita melihat situasi pergerakan harga saham BRI saat ini memang kami melihat saham BRI undervalue, (jadi) kami mempertimbangkan untuk melakukan hal tersebut,” kata Vivi.
Vivi memastikan pihaknya akan tetap berkoordinasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait ketentuan keterbukaan informasi.
Selain itu, Vivi juga menyampaikan perseroan secara rutin membagikan dividen interim setiap Januari, sebelum nantinya menetapkan dividen final setelah pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
BRI telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin, 24 Maret 2025. Pada RUPST tersebut, BRI menyetujui untuk membagikan dividen sebesar-besarnya Rp 51,73 triliun, angka tersebut meningkat dibandingkan dengan dividen yang dibayarkan pada tahun 2024 sebesar Rp 48,10 triliun.
