Kumparan Logo

BRI Targetkan Migrasi Kartu ATM Chip Rampung Tahun Depan

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Galeri e-Banking BRI  (Foto:  ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
zoom-in-whitePerbesar
Galeri e-Banking BRI (Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Migrasi teknologi kartu debit dari semula dengan pita magnetik (magnetic stripe) menjadi chip terus dilakukan perbankan, setelah terjadinya kasus skimming penggandaan data ilegal milik nasabah.

PT BRI (Persero) Tbk menargetkan migrasi teknologi tersebut ditargetkan bisa selesai pada tahun depan. Untuk tahun ini perusahaan menargetkan 30% migrasi ke chip atau sekitar 18 juta nasabah dari total nasabah BRI sebanyak 56 juta.

“Kami maunya secepat mungkin. Kalau bisa tahun depan selesai semua, lebih bagus,” kata Direktur Digital Banking & Teknologi Informasi BRI, Indra Utoyo, usai peluncuran Briguna Flexi Pendidikan di Kementerian Ristek Dikti, Jakarta, Rabu (21/3).

Sebelumnya, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sis Apik Wijayanto mengatakan untuk meningkatkan sisi kemanan perbankan, dia meminta para nasabah lebih berhati-hati. Sebab, biasanya para pelaku kejahatan skimming memanfaatkan ketika dalam kondisi lengah.

"Kami udah periksa satu-satu alatnya. Pelaku menunggu lengahnya kita, banyak ternyata dilakukan malam hari dari pantauan CCTV kami," ujarnya.

Dia juga mengimbau agar masyarakat bisa lebih berhati-hati. Misalnya saja dengan tidak memberikan pin ATM kepada orang lain, meskipun orang tersebut mengaku sebagai pegawai BRI.

"Hati-hati memberikan nomor password dan pin, misalnya mereka katakan melalui telpon bertanya identitas nama ibu kandung. Jangan dikasih, kalau BRI enggak akan pernah melakukan telpon-telpon," katanya.