BRI Telah Salurkan Seluruh Dana Pemerintah Rp 55 Triliun ke Sektor Produktif
·waktu baca 2 menit

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melaporkan serapan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari pemerintah sebesar Rp 55 triliun telah mencapai 100 persen.
BRI mendapatkan alokasi sebesar Rp 55 triliun dari Rp 200 triliun yang ditempatkan pemerintah di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Jadi pada tanggal 16 Oktober 2025, dana tersebut telah dialokasikan penuh, dan sudah disalurkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan ke sektor produktif,” kata Direktur Utama BRI, Hery Gunadi dalam konferensi pers, Kamis (30/10).
Harry membeberkan, penyaluran dana dilakukan dengan porsi pembiayaan sebesar Rp 28,08 triliun untuk segmen mikro, Rp 11,07 triliun untuk korporasi, Rp10,13 triliun untuk komersial, dan Rp 6,58 triliun untuk segmen konsumer.
“Ini merupakan komitmen BRI dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat, tapi juga melalui langkah-langkah strategis dalam memperkuat fondasi perusahaan,” tutur Hery.
Laba Bersih BRI Tembus Rp 41,23 Triliun
Adapun BRI telah mencatatkan laba bersih sebesar Rp 41,23 triliun hingga kuartal III 2025. Angka tersebut turun 9,1 persen secara year on year (yoy) jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hery menyatakan, kinerja keuangan perseroan hingga akhir September 2025 menunjukkan tren positif, dengan total aset BRI tumbuh 8,2 persen secara tahunan menjadi Rp 2.123,4 triliun.
Pasa sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI meningkat 6,3 persen secara tahunan dengan total mencapai Rp 1.438,1 triliun hingga September 2025.
“Kinerja keuangan BRI hingga triwulan III 2025 ini menunjukkan pertumbuhan yang positif. Dan kita ingin tidak hanya positif tetapi juga berkelanjutan," lanjut Hery.
