BTN Akan Ambil Alih Mayoritas Saham PNMIM

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, menyetujui aksi korporasi untuk pengambilalihan saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM).
Direktur Utama BTN, Maryono, mengatakan perusahaan membeli 30 persen saham atau senilai Rp 114,3 miliar dari PNMIM. Transaksi tersebut saat ini dalam proses permohonan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kami akan lebih fokus pada hal-hal yang secara bisnis akan menambah pertumbuhan kinerja perseroan. Termasuk dalam hal ini aksi korporasi BTN untuk mengambil alih mayoritas saham PNMIM," kata Maryono di Menara BTN, Jakarta, Jumat (17/5).
Maryono menjelaskan, langkah BTN membeli saham PNMIM dilakukan melalui sejumlah tahapan. Antara lain Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Shares Purchase Agreement/CSPA) yang telah diteken pada bulan April 2019.
"Kami harapkan OJK dapat memberikan persetujuannya pada Juni 2019,” ujarnya.
Jika tahap tersebut selesai maka perseroan bisa melanjutkan ke tahapan berikutnya yaitu untuk menambah kepemilikan saham BTN hingga sekitar 85 persen. Menurut Maryono, aksi korporasi tersebut mendapatkan sambutan positif dari para pemegang saham.
Sesuai dengan Rencana Bisnis Bank tahun 2019-2021, perseroan berencana memiliki anak usaha di bidang manajemen investasi untuk meraup pendapatan non bunga dan persiapan pengelolaan dana pengelolaan dana Tabungan Perumahan.
