Kumparan Logo

BTN Dapat Tambahan Rp 10 Triliun untuk Salurkan Kredit PEN

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bank BTN. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bank BTN. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mendapatkan tambahan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 10 triliun untuk penyaluran kredit ke masyarakat. Perseroan akan mengoptimalkan penyaluran dana tersebut mencapai tiga kali lipatnya dalam 6 bulan ke depan.

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, pihaknya berterima kasih atas kepercayaan pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kepada perseroan. Adapun, penempatan dana per 3 Juni 2021 ini merupakan penempatan yang keempat kalinya di Bank BTN.

“Tentunya sejalan dengan core business kami, Bank BTN akan memfokuskan penyaluran dana tersebut ke sektor pembiayaan perumahan sehingga dapat menyediakan rumah yang menjadi kebutuhan mendesak terutama di masa pandemi,” ujar Haru dalam keterangannya, Selasa (8/6).

Dengan fokus pada sektor perumahan, hal tersebut diyakini dapat mendongkrak perekonomian nasional. Sebab, sektor perumahan dapat memberikan daya ungkit bagi 174 industri terkait.

Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo. Foto: BTN

Secara total, Bank BTN telah menyalurkan kredit PEN per Mei 2021 senilai Rp 54,41 triliun. Jika dirinci, pada penempatan periode pertama dan kedua, Bank BTN telah menyalurkan dana PEN tersebut kepada 108 ribu debitur dengan nominal mencapai Rp 36,6 triliun per 31 Desember 2020.

Mayoritas penyaluran kredit bermuara pada sektor perumahan atau mencapai 85 persen dari portofolio. Dana PEN tersebut juga disalurkan dalam bentuk kredit ke 33 provinsi di Indonesia.

Sementara penempatan dana PEN tahap ketiga, telah disalurkan kepada lebih dari 53 ribu debitur dengan total kredit sekitar Rp 17,81 triliun per 4 Mei 2021. Dari total penyaluran kredit tersebut, sebanyak 93 persen disalurkan ke sektor perumahan.

Haru menuturkan, perseroan akan terus berfokus pada penyaluran KPR di luar Jakarta untuk meningkatkan pemulihan ekonomi di luar ibukota negara. Adapun, Bank BTN mencatat sebanyak 82 persen dari total kredit disalurkan di luar Jakarta.

“Kami berupaya agar pemulihan ekonomi berlangsung secara merata dengan penyaluran kredit di luar Jakarta,” pungkasnya.