BTN Resmi Akuisisi Bank Victoria Syariah, Targetkan Spin Off Rampung Oktober

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) resmi menandatangani akta jual beli dan pengambilalihan saham (akuisisi) PT Bank Victoria Syariah (BVIS), anak usaha dari PT Bank Victoria International Tbk (BVIC). Penandatanganan tersebut berlangsung di Menara BTN, Kamis (5/6).
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan, usai akuisisi ini perseroan akan mulai memproses pemisahan Unit Usaha Syariah BTN dengan pendirian entitas baru (spin off). Ia menargetkan proses spin off bisa selesai pada Oktober 2025.
"Walaupun batas waktu [spin off] kita di Desember, tapi kita di internal, berusaha keras, Oktober semua kelar.,” kata Nixon.
Ia menambahkan, akuisisi Bank Victoria Syariah diharapkan dapat memperkuat langkah BTN Syariah menjadi bank digital syariah besar di Indonesia.
Setelah akuisisi rampung, manajemen BTN akan mengintegrasikan berbagai proses seperti teknologi informasi, sumber daya manusia, model bisnis, serta tata kelola perusahaan agar BVIS bisa mendongkrak kinerja BTN secara keseluruhan.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Victoria, Aldo Yusuf Cahaya, mengatakan proses akuisisi ini diharapkan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kelembagaan hingga nasabah dan masyarakat luas.
Ia juga menilai langkah ini sebagai peluang besar untuk memperkuat ekosistem perbankan syariah di Tanah Air.
“Kami optimistis bahwa Bank Victoria Syariah di bawah naungan bank BTN akan lebih tumbuh menjadi lembaga keuangan syariah yang lebih kuat, kompetitif pada masa akan datang,” ujar Aldo saat penandatanganan.
Dengan akuisisi senilai Rp 1,5 triliun ini, BTN menjadi pemilik penuh Bank Victoria Syariah, menguasai 100 persen saham dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh. Pendanaan untuk akuisisi ini bersumber dari dana internal BTN yang telah disiapkan sesuai rencana bisnis perusahaan.
