BTN Sebut Kebutuhan Rumah Meningkat, Butuh Desain yang Fungsional-Terjangkau
16 November 2025 18:43 WIB
·
waktu baca 2 menit
BTN Sebut Kebutuhan Rumah Meningkat, Butuh Desain yang Fungsional-Terjangkau
BTN mengatakan kebutuhan rumah yang terus meningkat, untuk itu perlu inovasi agar desain hunian tetap fungsional, berkelanjutan, namun harga terjangkau.kumparanBISNIS

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
"Kami mencari ide-ide yang dapat menciptakan ekosistem perumahan yang inovatif, ramah lingkungan, berbasis teknologi, serta dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia," tutur Corporate Secretary BTN Ramon Armando dalam keterangan tertulis, Minggu (16/11).
Menurut Ramon, BTN mewadahi inovasi dari berbagai kalangan melalui BTN Housingpreneur 2025, merupakan ajang kompetisi tahunan yang terbuka bagi kalangan pengembang, pengusaha, arsitek, mahasiswa dan masyarakat umum. Pada tahun ini, BTN Housingpreneur mengangkat tema Housing for Nation: Smart, Green, Inclusive. Kompetisi ini terdiri dari beberapa kategori dengan total hadiah senilai Rp 1,5 miliar.
“Melalui Roadshow BTN Housingpreneur 2025 kali ini, kami ingin membuka jalan bagi masyarakat Surabaya untuk melahirkan inovasi di sektor hunian,” katanya.
Dia juga menjelaskan, BTN berusaha membuka pintu ke jejaring ekosistem perumahan yang mempertemukan ide, industri, dan peluang pasar properti di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Human Capital Management Division Head, BTN Rahmayati, menambahkan, melalui ajang BTN Housingpreneur menjadi wujud komitmen perseroan untuk membangun ekosistem industri perumahan di Indonesia.
“Kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk mahasiswa, untuk menghadirkan rumah yang terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia," tutur Rahmayati.
Hingga kuartal III 2025, laba bersih BTN mencapai Rp 2,3 triliun, tumbuh 10,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,08 triliun. Sementara penyaluran kredit dan pembiayaan ke sektor perumahan yang meningkat 6,4 persen menjadi Rp 322,53 triliun dan sektor non perumahan (non-housing loan) yang tumbuh 10,7 persen yoy menjadi Rp 58,49 triliun.
Di sektor perumahan, BTN hingga kuartal III 2025 membukukan penyaluran KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR subsidi yang mencapai Rp 186,58 triliun, tumbuh 8,0 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu. KPR non-subsidi tercatat tumbuh 7,3 persen menjadi Rp111,33 triliun.
ADVERTISEMENT
