Kumparan Logo

Buah Tangan Hermanto Dardak di PUPR: Jembatan Suramadu hingga Kelok 9

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jembatan Suramadu di Madura. Foto: siraphat/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Jembatan Suramadu di Madura. Foto: siraphat/Shutterstock

Jembatan Suramadu hingga Kelok 9 di Sumatera Barat adalah dua di antaranya proyek infrastruktur PUPR yang lahir dari tangan Hermanto Dardak.

Wakil Menteri PUPR periode 2009-2014 itu meninggal dunia karena mengalami kecelakaan di Jalan Tol Pemalang-Batang pada Sabtu dini hari (20/8).

Ayah dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak itu telah mendedikasikan diri di PUPR selama puluhan tahun. Hermanto bergabung ke Direktorat Jenderal Bina Marga PUPR pada tahun 1982.

Di PUPR, Hermanto tercatat memegang sejumlah jabatan. Mulai dari Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri (1995-1998), Kepala Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal (1998-1999), lalu Kepala Pusat Kajian Kebijakan (2002-2003).

Selanjutnya, Direktur Jenderal Penataan Ruang Departemen PU (2005-2007), Direktur Jenderal Bina Marga (2007-2009), Wakil Menteri PUPR (2009-2014), dan Kepala BPIW (2015-2017).

Hermanto Dardak. Foto: Antara

Jabatan terakhir yang dipegang pria kelahiran Trenggalek itu adalah Widyaiswara Utama Kementerian PUPR. Sementara di luar PUPR, Hermanto aktif dalam organisasi Persatuan Insinyur Indonesia. Organisasi itu sempat ia pimpin pada 2015-2018.

Di bidang pendidikan, dia adalah Kaprodi S2 Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Pancasila.

Bangun Jembatan Suramadu hingga Kelok 9

Beberapa karya Hermanto dalam pembangunan infrastruktur yakni pembangunan Jembatan Suramadu di Jawa Timur. Kemudian Jembatan Kelok 9 di Sumbar, perencanaan Jembatan Selat Sunda, hingga terlibat dalam lahirnya UU nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan UU nomor 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

Hermanto diganjar Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama oleh Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2014. Di samping itu, dia juga tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang mendapat penghargaan International Road Federation Professional of The Year 2014.