Kumparan Logo

Budi Daya Tematik Nila Bioflok, Wujud Ketahanan Pangan di Sidomukti Kebumen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Budi daya tematik ikan nila di Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Kamis (21/5/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Budi daya tematik ikan nila di Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Kamis (21/5/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan

Ikan nila banyak dijadikan sebagai bahan pangan karena kandungan vitamin dan mineralnya. Memiliki nilai yang bersaing dan kemampuan adaptif, ikan air tawar ini dibudidayakan dan disuplai sebagai bahan makanan anak-anak. Seperti yang sudah berjalan di Budi Daya Ikan Tematik Nila Bioflok Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Sejak Desember 2025, di bawah pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Sidomukti, budi daya tematik ini mengembangkan ikan nila dalam 24 kolam yang masing-masing mampu menampung maksimal 1.000 ekor. Budi daya di Desa Sidomukti merupakan wujud dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupa pelatihan hingga fasilitas untuk mewujudkan swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo.

Sumarlan selaku Kepala Koperasi Desa Merah Putih Desa Sidomukti menjelaskan bahwa budi daya nila ini berhasil panen perdana pada 16 Mei 2026 lalu. Ikan-ikan ini disuplai ke dua SPPG di Kebumen, yakni SPPG Candiwulan 2 Kecamatan Adimulyo dan SPPG Gedungpuji Kecamatan Gombong, menjadi bahan MBG.

“Untuk sementara hasil yang didapat untuk memenuhi kebutuhan MBG, dua SPPG yang pertama itu 800 ekor, [seberat] 81 kg. Terus kemudian yang untuk SPPG Gedung Puji itu 840 ekor, jumlah kilonya 82 kg,” kata Sumarlan kepada wartawan, Kamis (21/5/2026) di lokasi Budi Daya Ikan Tematik Nila di Desa Sidomukti.

Budi daya tematik ikan nila di Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Kamis (21/5/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan

Demi kelancaran budi daya, KKP memberikan bibit ikan dan pendampingan rutin, terutama soal penggunaan sistem bioflok. Teknologi bioflok adalah gumpalan protein dari sisa pakan, kotoran ikan, dan bakteri baik yang melayang di air. Teknologi ini memanfaatkan mikroorganisme dengan mengolah limbah menjadi pakan alami.

Menurut Febri Rizki Setyono selaku Penyuluh Perikanan Ahli Pertama dari Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) Bogor yang bertugas memberi pendampingan di sini, penggunaan teknologi bioflok dapat menghemat pakan. Untuk pakan pelet, diberikan dua kali sehari pada pagi dan sore hari.

“[Proses bioflok] Pertama, kita memberikan bakteri baik berupa Bacillus. Terus kemudian setiap minggunya kita aplikasikan penambahan unsur karbon sebagai pakan dari bakteri itu, sehingga bakteri itu bisa mengurai limbah organik menjadi flok. Unsur karbon yang dimaksud itu, ada kapur dan juga ada molase atau tetes tebu,” kata Febri dalam kesempatan yang sama.

“Ketika kita budidaya ikan nila sistem biasa, itu kita memberi 1,2 atau 1,3 kg pakan itu menghasilkan 1 kg daging. Kalau di bioflok ini kita bisa tekan sampai ke angka 1,1 [kg] pelet itu menjadi 1 kg daging,” imbuhnya.

Budi daya tematik ikan nila di Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Kamis (21/5/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan

Budi daya nila dengan sistem ini membutuhkan aerasi atau pemberian oksigen di kolam selama 24 jam non stop. Untuk menjaga kualitas air dan kandungan flok, Febri bersama warga desa rutin melakukan pengecekan. Warga juga bergiliran jaga malam memastikan mesin menyala.

Salah satu tantangan yang mereka hadapi adalah kondisi air yang kurang baik. Kepala Desa Sidomukti Heru Hudiyono menjelaskan pentingnya pengecekan air agar ikan tetap sehat dan proses budi daya lancar.

“Kebetulan kondisi air di sini kurang bagus, jadi kadar [zat] besinya tinggi sehingga perlu penanganan tersendiri. Dari pendamping ini, kan, selalu bawa alat ukur jadi dari alat ukur tersebut kita bisa ketahui bahwa air ini sudah sehat, tidak berisiko tinggi sehingga ikan juga bisa sehat,” jelas Heru.

Terkait ini, Febri menuturkan kondisi air dapat diatasi dengan metode pengendapan.

Flok dari kolam budi daya tematik ikan nila di Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Kamis (21/5/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan

“Sebagian besar di wilayah Kecamatan Adimulyo, tidak hanya di Desa Sidomukti, ini ketika kita membuat sumur—karena kita menggunakan air sumur—permasalahannya adalah air itu ketika diambil bening, tetapi ketika didiamkan selama 5 menit sampai 10 menit, itu menjadi kuning. Dan itu disebabkan oleh tingginya kadar mangan dan juga kadar zat besi,” jelas Febri.

“[Air] diendapkan selama satu minggu, sehingga setelah diendapkan air siap digunakan untuk budidaya ikan. Salah satu contohnya adalah untuk budidaya ikan nila sistem bioflok ini,” imbuh dia.

Ikan dapat dipanen setelah sekitar 4 bulan, tergantung besar dan beratnya. Nantinya, selain untuk suplai SPPG lain, ikan nila akan dipasarkan lebih luas agar lebih banyak masyarakat yang merasakan dampaknya.

Target Jadi Menu MBG Dua Kali Seminggu

Budi daya tematik ikan nila di Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Kamis (21/5/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan

Olahan ikan nila bisa jadi berbagai masakan lezat dan bergizi. Dengan bahan nila dari budi daya ini, SPPG Kebumen Adimulyo Candiwulan 2 mengolahnya menjadi nila bumbu padang.

Nuzul Abdusysyakur, Kepala SPPG Kebumen Adimulyo Candiwulan 2, mengatakan bahwa menu ikan saat ini dihadirkan seminggu sekali untuk penerima MBG. Pada panen perdana budi daya, SPPG ini mendapat suplai 1.463 ekor ikan nila. MBG disalurkan ke SD Candiwulan, SD Tegalsari, SMPN 1 Adimulyo, beberapa PAUD, dan 3B (Balita, Bumil, Busui).

“Untuk rencana ke depannya mungkin kerja sama untuk penyuplai ikan terutama di ikan nila. Rencana di dapur kami itu seminggu dua kali untuk menu ikan,” ujar Nuzul.

Ia pun bersyukur atas adanya program budi daya tematik ini. Dengan adanya budi daya di bawah KDMP, ia kini merasa lebih mudah mencari suplai bahan baku.

Nuzul berharap budi daya tematik bisa terus meluas.

“Harapan saya kalau bisa diperbanyak budidaya ikan ini karena untuk menyuplai dapur-dapur yang membutuhkan. Sebelum ada budidaya tematik ini cari pasokan ikan lumayan susah dan agak sedikit mahal,” kata Nuzul.

Ke depannya, budi daya tematik di Sidomukti akan terus dikembangkan. Adanya program budi daya ini dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dan mendorong perputaran ekonomi desa.

Budi daya tematik ikan nila di Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Kamis (21/5/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan