Buka Jakarta Jobfest 2025, Pramono Anung Ingin Acara Pameran Loker Diperbanyak
ยทwaktu baca 3 menit

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung membuka pelaksanaan pameran lowongan kerja (Jakarta Jobfest 2025) di Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur pada Selasa (19/8). Pramono menyampaikan acara pameran Lowongan Kerja di Jakarta perlu diperbanyak agar dapat terus memfasilitasi para pencari kerja di Jakarta.
"Ini program yang dikelola secara serius oleh Pemprov Jakarta. Salah satu problem serius saat ini adalah lowongan pekerjaan yang sangat dicari oleh warga, dan bukan hanya di Jakarta melainkan juga di daerah lain di luar Jakarta. Dan Jakarta membuka kesempatan bagi siapa pun agar orang bisa mencari lapangan pekerjaan," ujar Pramono saat membuka Jakarta Jobfest 2025 di Jakarta.
"Penyelenggaraan pameran lowongan kerja sudah dilakukan sebanyak 13 kali sepanjang tahun ini di seluruh Jakarta, dan targetnya 21 kali sampai akhir tahun 2025. Dan saya sampaikan kalau memang dibutuhkan bisa lebih dari 21, diperbanyak," lanjut Pramono.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta Syaripudin, Walikota Jakarta Timur Munjirin, dan perwakilan dari Kementerian Tenaga Kerja RI.
Pramono menyampaikan, Jakarta Jobfest 2025 diikuti oleh 37 perusahaan dengan jumlah lowongan pekerjaan sekitar 2.000 lowongan pekerjaan. Ia menegaskan kepada jajarannya agar proses rekrutmen pada Jakarta Jobfest 2025 dilakukan secara terbuka dan transparan, serta diatur sebaik mungkin.
"Saya tidak mau penyelenggaraan Jobfest ini seperti beberapa kejadian di daerah lain di luar Jakarta, di mana lowongan yang tersedia tidak seberapa banyaknya tetapi yang mendaftar dan hadir sampai puluhan ribu dan sampai ada yang pingsan, saya tidak mau itu terjadi," kata Pramono.
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan saat ini terdapat banyak permintaan tenaga kerja Indonesia dari luar negeri seperti Jepang, Korea, Australia, dan lain-lain. Namun demikian, umumnya para calon tenaga kerja Indonesia tekendala kemampuan bahasa asing. Untuk itu, Pramono secara khusus meminta kepada Dinas Tenaga Kerja DKI untuk membuat Mobile Training Unit (MTU) atau mobil pelatihan yang melakukan pelatihan tenaga kerja hingga tingkat kelurahan khusus untuk pelatihan bahasa asing.
Sementara itu, Syaripudin menjelaskan, penyelenggaraan jobfair / jobfest di Jakarta sudah dilakukan 13 kali, dengan target 21 kali di tahun 2025. Sebanyak 405 perusahan sudah berpartisipasi dengan lebih dari 1.450 pendaftar yang diterima dari jumlah pendaftar yang jumlahnya lebih dari 3.700 orang.
"Sekitar 38,39 persen efektivitas dari pencari kerja yang terserap di Jobfair yang sudah diselenggarakan sepanjang tahun 2025," kata Syaripudin.
Syaripudin mengatakan pada Jobfest 2025 yang diselenggarakan di Velodrome, Jakarta Timur pada 19-20 Agustus 2025 pukul 08.00-16.00 WIB ini, tempatnya lebih terbuka dan dilengkapi berbagai layanan seperti layanan administrasi pencatatan sipil, perizinan, Samsat, pameran mobile training unit, pentas hiburan hingga konseling karier dari pihak pemerintah dan swasta. Dengan demikian, para pencari kerja yang datang semakin terfasilitasi dalam proses pencarian kerjanya.
Sementara itu, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim menyampaikan, animo para pencari kerja di Jakarta sangat tinggi. Menanggapi hal itu, Pemerintah Provinsi Jakarta terus berusaha memfasilitasi agar para pencari kerja mendapatkan pekerjaan sesuai dengan yang diinginkan dan dibutuhkannya.
"Prinsipnya, seperti yang disampaikan Pak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, bahwa siapa saja boleh mencari pekerjaan di Jakarta, apakah ia warga Jakarta atau warga luar Jakarta. Karena persoalan tingginya pencari kerja ini bukan saja terjadi di Jakarta, tetapi terjadi secara nasional," ujar Chico.
"Yang utama adalah proses rekrutmen semua harus dilakukan secara transparan dan terbuka. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang sudah terlibat dalam penyelenggaraan Jobfest 2024, khususnya kepada perusahaan yang berpartisipasi," tambahnya.
