Kumparan Logo

Bukan Gaji, Ada yang Penting Dipertimbangkan saat Interview Kerja

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi wawancara kerja. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wawancara kerja. Foto: Shutterstock

Besaran gaji menjadi pertanyaan yang sering dipikirkan saat interview kerja. Tidak jarang, karena gaji yang kurang cocok membuat seorang pelamar tak mau bekerja di perusahaan tertentu.

Begitu juga sebaliknya, tidak menutup kemungkinan perusahaan menolak pelamar kerja karena meminta gaji yang terlalu tinggi. Padahal belum tentu bisa menunjukkan performa yang maksimal.

Melihat kenyataan tersebut, apakah benar perkara gaji sangat penting saat wawancara kerja?

Menurut Trainer dan Facilitator di MDI Tack International, Arif Hidayat, tidak sepenuhnya gaji menjadi yang terpenting. Sebab, masih ada perkara lainnya yang harus diperhatikan saat wawancara kerja.

Arif menyinggung kejadian yang beberapa waktu lalu sempat viral, ada mahasiswa lulusan kampus ternama yang menolak gaji Rp 8 juta. Sebab, angka Rp 8 juta dianggapnya cukup rendah dan tidak sesuai dengan latar belakang yang dimilikinya.

Lalu bagaimana menyikapi peristiwa semacam itu? Berikut beberapa hal yang perlu kalian pertimbangkan saat hendak menerima pekerjaan:

1. Jangan pernah tukar kesempatan dengan uang

Arif mengatakan apapun latar belakang Anda, gaji bukan yang harus diutamakan. Sebab yang tidak kalah penting adalah kesempatan.

Kesempatan yang didapat itu, kata Arif, bisa membuat kalian menemukan atasan yang bisa dijadikan panutan mulai dari etos kerja, skill, pengalaman, sampai network di dunia industri.

"Semakin besar exposure Anda ke decision maker di tempat tersebut, semakin baik kehidupan Anda ke depan. Sebab Anda akan dapat 'visibility' dan bisa belajar atau observasi bagaimana keputusan-keputusan penting di tempat itu dibuat,” ujar Arif yang juga aktif mengembangkan karier SDM di Indonesia.

2. Jangan diam, tapi bicaralah

Pada saat melewati proses interview, kalian akan menemukan pertanyaan “Berapa gaji yang Anda harapkan?” Pada sesi tersebut sudah seharusnya kalian tidak tidak diam.

Arif menyarankan untuk menganalisa dengan baik kemampuan diri masing-masing dengan posisi pekerjaan yang dilamar.

"Selain itu analisa juga bagaimana perusahaan tersebut. Apakah cukup mampu untuk membayar gaji Anda?" katanya.

3. Berikan respons atau tanyakan sesuatu

Jika kalian merasa ini adalah karier pertama dalam memasuki dunia kerja, atau sedang mencari tempat untuk bertumbuh, Arif meminta untuk mencoba bertanya sejak awal.

Ia mencontohkan pertanyaan yang bisa dilontarkan adalah “Bagaimana saya bisa belajar dan berkembang di tempat ini?”

Hal tersebut, kata Arif, bisa didapatkan melalui riset terhadap perusahaan tersebut. Kalian harus tahu perusahaan itu bergerak dibidang apa, sampai skalanya multinasional atau tidak.

Seharusnya dari situ kalian bisa melihat 'opportunity' yang baik dimana bisa masuk ke berbagai kerjaan atau variety of projects.

"Artinya, dengan pekerjaan itu anda bisa mendapatkan kesempatan untuk berkarier secara dinamis, karena ada banyak project-nya yang bisa Anda tangani. Selain itu, dengan adanya variety of projects, anda akan mendapatkan peluang untuk naik kelas dari waktu ke waktu," terang Arif.

4. Carilah learning curve yang signifikan

Hal selanjutnya yang juga penting untuk kalian utamakan menurut Arif adalah learning curve. Dengan learning curve, diri kalian akan bertumbuh dengan cepat.

"Caranya bagaimana? Cari tempat yang mengutamakan ide dan inovasi dalam bekerja," ungkap Arif.

Pengunjung mengantre untuk masuk ke Job Fair Indonesia Career Expo Jakarta 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (16/10/2019). Foto: Ema Fitriyani/kumparan

5. Carilah kesempatan untuk belajar dan berkarya

Arif menjelaskan banyak orang yang awalnya berfokus pada gaji saat meniti karier, 10 tahun kemudian kehidupannya hanya seperti itu saja. Kalaupun naik gaji, pasti tidak akan terlalu jauh.

"Oleh sebab itu, di awal karier anda, fokuslah untuk mengejar kesempatan belajar dan berkarya. Kesempatan itu bukan cuma yang bersifat vertical atau kemampuan di bidang X naik nilainya dari 5 ke 9, tapi juga kesempatan yang sifatnya horizontal atau network, kesempatan explore skillset, sektor baru, dan lain-lain," tutur Arif.

Apalagi jika usia masih relatif muda, Arif menyarankan yang dicari bukan uang, tetapi peluang. Menurut dia tidak harus terlalu fokus pada kenyamanan, tetapi lebih kepada pembelajaran.

"Kenapa penting untuk anda mengejar fokus belajar? Karena dengan belajar, hidup Anda akan bersinar," tutup Arif.