Kumparan Logo

Bukan Impor dari China, Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Bakal Diproduksi INKA

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kereta cepat. Foto: PT KCI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kereta cepat. Foto: PT KCI

Setelah memproduksi LRT Jabodebek, PT INKA (Persero) sedang menyiapkan produksi kereta cepat untuk keperluan armada Kereta Cepat Jakarta-Surabaya. Proyek tersebut bakal dinamakan Kereta Cepat Merah Putih.

Pemerintah memang telah menggaungkan perpanjangan Kereta Cepat Whoosh dari Jakarta-Bandung menuju Surabaya. Apalagi, setelah proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sudah mulai beroperasi.

Meski tidak impor dari China seperti KCJB, rencananya proyek kereta cepat ke Surabaya masih berkongsi dengan China melalui PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Senior Manager Humas dan Kantor Perwakilan PT INKA (Persero), Agung Dwi Cahyono, membenarkan rencana pengembang kereta cepat produksi anak bangsa ini, bekerja sama dengan LPDP dan BRIN.

"Ya. Benar. Kita sedang melakukan riset antara BRIN, LPDP, INKA dan perguruan tinggi membuat Kereta Cepat Merah Putih. Diharapkan kecepatannya di atas 200 km/jam," ujar Agung saat dihubungi kumparan, Minggu (8/10).

Agung menargetkan produksi kereta cepat ini rampung pada 2025 dan dilakukan uji coba pada 2026. "Kita harapkan prototype car body alumunium dan bogie sudah ada di tahun 2025," ungkap Agung.

Suasana Pabrik PT INKA (Persero) di Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/11). Foto: Abdul Latif/kumparan

Dikutip dari YouTube LPDP RI, pembuatan rancang bangun dan prototyping Kereta Cepat Merah Putih ini juga digarap oleh Departemen Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Ketua Tim Peneliti Rancang Bangun dan Prototyping Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Agus Windharto, mengatakan proyek ini didukung oleh pendanaan RISPRO LPDP senilai Rp 4,895 miliar untuk 3 tahun penelitian.

"Pada tahun 2019 saya mendapatkan pendanaan RISPRO kompetisi untuk melakukan rancang bangun dan prototyping kereta cepat Indonesia. Pendanaannya selama 3 tahun, dan berhasil di tahun 2022," jelas Agus.

Adapun lingkup riset ini termasuk pekerjaan desain envelope cabin dan kokpit, studi human factors engineering dan ergonomics, pengujian aerodinamis, serta perancangan dan pengujian struktur car body.

Agus menuturkan, dari sisi teknologi, selama ini kereta api di Indonesia memiliki kecepatan antara 80 sampai 120 km per jam, sehingga jarak tempuh Jakarta-Surabaya mencapai 8 jam, salah satunya dengan KA Argo Bromo Anggrek.

"Dengan kereta cepat ini, seandainya diimplementasikan bisa ditempuh 3 jam 40 menit. Puncak dari suatu industri kereta api itu adalah ketika dia bisa membuat dan merancang kereta cepat, dengan ini akan terjadi akselerasi penguasaan teknologi," terang Agus.

Pemerintah Kaji Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) berselebrasi saat Kereta Cepat Jakarta-Bandung menyentuh kecepatan 351 kilometer per jam pada uji coba rute Bandung-Jakarta, Rabu (13/9/2023). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan kembali rencana memperpanjang Kereta Cepat Whoosh ke Surabaya. Nantinya, jarak tempuh Jakarta-Surabaya hanya memakan waktu 3,5 jam.

"Bayangkan ini cuma 25 menit sampai Padalarang (dari Jakarta), kalau sampai Surabaya 3,5 jam. Jadi itu menjadi suatu obsesi kita," tegasnya kepada awak media di Stasiun Halim, Senin (2/10).

Dia melanjutkan, rencana dasar kereta cepat menuju Surabaya sudah ada. Namun, pihak Kemenhub maupun BUMN sebagai pemrakarsa akan mengajukan proposal terlebih dahulu terkait proyek ini.

Meski begitu, Budi enggan membeberkan progres studi proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya tersebut. Hanya saja, menurut dia, kereta cepat idealnya harus lebih panjang dari jarak Jakarta-Bandung.

"Saya cuma memberikan suatu ilustrasi bahwa kereta cepat itu akan lebih bagus kalau jaraknya itu lebih dari 500 km, sehingga menjadi common, menjadi lebih efisien," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga telah buka suara terkait rencana proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung diteruskan sampai Surabaya. Dia mengungkapkan proyek itu masih tahap studi.

"Kalau yang ke Surabaya masih dalam studi, masih dalam kalkulasi juga penentuan trase sebelah mana, baru dalam studi semua," kata Jokowi di Stasiun Padalarang, Jawa Barat, Rabu (13/9).