Kumparan Logo

Bukit Asam Siapkan Rp 5,12 Triliun untuk Garap PLTU Mulut Tambang

kumparanBISNISverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi PLTU. (Foto: Antara/Iggoy el Fitra)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi PLTU. (Foto: Antara/Iggoy el Fitra)

PT Bukit Asam Tbk menganggarkan nilai investasi sebesar Rp 6,55 triliun untuk tahun 2018. Dana tersebut akan dialokasikan untuk investasi rutin sebesar Rp 1,43 triliun dan Rp 5,12 triliun untuk investasi pengembangan.

Menurut Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin, investasi pengembangan akan terfokus pada pengembangan PLTU mulut tambang, di antaranya yang berada di Sumatera Selatan, Riau, dan Halmahera Timur.

“Amandemen untuk PLTU mulut tambang Banko Tengah Sumsel 8 sudah ditandatangani Oktober lalu. Pembangunannya mungkin akan dimulai sekitar Juni atau Juli tahun ini,” kata Arviyan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (11/3).

Proyek PLTU Sumsel 8 yang berada di Muara Enim ini akan digarap PTBA bersama China Huadian senilai USD 1,2 miliar. Konstruksi tahap awal rencananya akan dimulai dengan teknologi boiler supercritical yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Selain itu, proyek pengembangan perusahaan yang lain juga akan segera digarap seperti PLTU mulut tambang Sumsel 6 hasil kerjasama dengan PLN dengan kapasitas 2x300 MW di Tanjung Enim, yang memanfaatkan 3 juta ton batubara milik PTBA. PLTU ini rencananya akan beroperasi pada 2022.

Untuk pengembangan PLTU, perusahaan juga bekerja sama dengan Pertamina, Pupuk Indonesia, dan Chandra Asri Petrochemical untuk gasifikasi batu bara menjadi syngas. Syngas merupakan bahan baku yang diproduksi menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai bahan bakar, urea sebagai pupuk, dan Polypropylene sebagai bahan baku plastik.

Arviyan juga mengaku terus mengikuti pengembangan PLN untuk berpartisipasi dalam proses tender pembangkit listrik selanjutnya, baik di Sumatera, Kalimantan, maupun daerah-daerah lain.

“Karena kami memang menuju ke arah sana, untuk menjadi perusahaan energi bukan hanya batu bara yang nilai tambahnya terus berkurang,” ujarnya.

Perusahaan juga berencana mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) yakni solar cell atau sel surya. Arviyan menganggap PTBA memiliki potensi untuk pengembangan EBT ini karena memiliki areal tambang yang luas.

“Pasca tambang itu bisa dipakai untuk solar cell dan menjadi sumber EBT,” ujarnya.