BULOG Akan Datangkan 52 ribu Ton Kedelai Impor dari Amerika

18 April 2022 13:52
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pekerja menunjukkan kedelai impor yang harganya melambung di sentra industri tahu dan tempe Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta, Senin (21/2/2022). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja menunjukkan kedelai impor yang harganya melambung di sentra industri tahu dan tempe Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta, Senin (21/2/2022). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Perum BULOG akan mendatangkan 52 ribu ton kedelai impor dari Amerika Serikat. Pengiriman kedelai impor tersebut berlangsung selama 45 hari, sejak dikirimkan dari Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Meski begitu Direktur Utama Perum BULOG, Budi Waseso atau Buwas mengatakan bahwa impor yang akan berlangsung tidak hanya terbatas pada kedelai Amerika Serikat saja.
“Melihat kebutuhannya seperti apa bukan berarti ini diambil di Amerika terus. Kita akan menjajaki dari negara mana yang paling cocok,” ujar Buwas dalam konferensi pers penyaluran kedelai subsidi, Senin (18/4).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Ini salah satunya dari Amerika karena yang siap dari mereka, itu pun sudah sesuai speknya seperti yang dibutuhkan pengrajin tempe tahu, jadi ini tidak sembarangan asal beli kita tanya dulu ke perajinnya baru kita datangkan,” tambahnya.
Sementara Ketua Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) Bekasi, Suyoto pun menilai kedelai impor dari Amerika Serikat lebih kuning dan besar, sehingga kualitasnya terjamin. Sebelumnya pihak KOPTI telah mencoba kedelai dari berbagai negara, yaitu Brasil, Kanada, dan Australia.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Suyoto menilai program kedelai subsidi kedelai ini membantu agar harga kedelai tetap stabil. “Kita inginkan ada stabilitas harga kedelai jika saat ini kenaikan harga bisa 2 sampai 4 kali lipat kalau di pasaran harga kedelai Rp 11.200 per kilo menjelang lebaran namun karena ada bantuan ini sepertinya tidak ada kenaikan karena pemerintah telah mengucurkan bantuan,” kata Suyoto