Bulog Akan Jadi Lembaga di Bawah Presiden, Bagaimana Nasib Anak Usaha?
·waktu baca 2 menit

Perum Bulog tengah dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi lembaga langsung di bawah Presiden, tidak lagi di bawah kendali Kementerian BUMN.
Direktur Utama (Dirut) Bulog Wahyu Suparyono mengatakan, meski nantinya tak lagi jadi perusahaan pelat merah, dua anak usaha Bulog akan tetap berjalan.
“Itu tetap jalan saja. Usaha tetap jalan meskipun di bawah Presiden. Jalan, sementara jalan terus,” kata Wahyu saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Senin (23/12).
Berdasarkan laman resmi Bulog, saat ini Bulog memiliki dua anak perusahaan, yaitu T. Jasa Prima Logistics (JPLogistics) dan PT. Gendhis Multi Manis (GMM).
JPLogistick bergerak di bidang Freight forwarding, Warehousing dan Project Shipment, Jasa logistik dan angkutan serta usaha pendukung lainnya.
Sementara GMM bergerak di sektor industri penghasil gula dan etanol, agroindustri, industri pertanian, industri tanaman perkebunan hingga jasa penunjang kegiatan pertanian.
Lebih lanjut Wahyu mengatakan saat ini proses transformasi kelembagaan Bulog masih terus berjalan. “Masih berproses gitu,” imbuh Wahyu.
Selain itu, dia juga memastikan tugas Bulog sebagai penyalur bantuan pangan tetap akan dijalankan meskipun sudah menjadi badan di bawah Presiden.
“Saya kira iyalah (tetap salurkan bantuan pangan) kan itu stabilisator ya, kita harus tetap jalan perintah Pak Presiden,” jelas Wahyu.
Sebelumnya kabar mengenai akan bertransformasinya bentuk kelembagaan Bulog diutarakan oleh Wahyu. Wahyu mengatakan dia mendapatkan tugas ini dari Presiden Prabowo Subianto, bahkan saat Prabowo masih berstatus sebagai presiden terpilih.
Menurut dia, dengan transformasi yang diperintahkan Prabowo ini, dia akan mengubah Bulog seperti 52 tahun yang lalu.
