Kumparan Logo

Bulog Akan Produksi Beras Sendiri: Kualitas Premium, Harga Medium

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Buruh mengangkut beras di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Foto: Helmi Afandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Buruh mengangkut beras di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Foto: Helmi Afandi/kumparan

Perum Bulog bersiap untuk memproduksi beras sendiri mulai tahun ini. Rencana tersebut dibeberkan oleh Direktur Utama Bulog, Budi Waseso alias Buwas.

Buwas berharap, kemandirian produksi ini membuat Bulog tak perlu lagi membeli beras dari pihak ketiga untuk mencukupi cadangan beras pemerintah (CBP).

"Selama ini Bulog membeli mayoritas beras dari pihak ketiga, akhirnya bentuk dan kualitasnya bermacam-macam. Kalau modern rice milling plant sudah terbangun, Bulog akan memproduksi beras sendiri," ujar Buwas dalam virtual conference, Rabu (3/2).

Buwas menyebut rencana tersebut sudah mulai direalisasikan. Salah satunya dengan dimulainya pembangunan sebanyak 13 modern RMP.

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso menunjukkan beras di gudang Bulog Kanwil DKI dan Banten, di Kelapa Gading, Kamis (27/2/2020). Foto: Helmi Afandi/kumparan

Keberadaan gudang penggilingan beras dengan mesin berteknologi tinggi ini, ia yakini bisa membuat Bulog mengolah sendiri gabah yang diserap dari petani.

Dengan demikian, kata Buwas, perusahaan bisa memastikan tak lagi terjadi kesenjangan kualitas beras yang mereka pasarkan. Bahkan, ia juga menjamin harga yang ditawarkan juga bisa lebih murah.

"Pastinya harga lebih murah, begitu kita produksi kita hanya akan mengeluarkan beras premium. Premium tapi harga medium, karena cost yang kita keluarkan sama," pungkasnya.

kumparan post embed

Dia menargetkan, sentra produksi milik Bulog ini nanti mampu menyerap setidaknya 10 persen gabah di tiap wilayah. Ini sekaligus diyakini mampu menyelesaikan persoalan ketergantungan petani pada tengkulak.

"Kita punya harga dasar beli gabah dengan harga Rp 5.300 per kg, selama ini petani enggak dapat harga segitu. Harga yang diterima petani Rp 3.600 per kg, selebihnya adalah tengkulak dan pihak ketiga. Harapannya petani enggak lagi terbelenggu dengan tengkulak," ujar bos Bulog itu.