Bulog Bakal Impor 500 Ribu Ton Jagung Pakan Ternak di 2023
·waktu baca 2 menit

Perum Bulog akan mengimpor 500 ribu ton jagung di tahun 2023. Direktur Utama Bulog Budi Waseso alias Buwas mengatakan pihaknya sudah menghubungi beberapa negara seperti Brasil, Argentina hingga Amerika Serikat, dan tinggal menunggu perizinan impor.
Buwas menegaskan importasi jagung tersebut telah disesuaikan dengan masa panen sehingga tidak akan merusak harga pasar dalam negeri.
"Akhir tahun ini Insyaallah juga jagung sudah ada. Saya berhitung dari masa panen. Jadi jumlah kebutuhan kaitannya dengan masa panen produksi jagung. Jadi jangan saya tabrakkan," kata Buwas saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (12/11).
Adapun jagung yang diimpor ini adalah jagung untuk kebutuhan peternakan. Bulog sudah mengatur mekanisme pendistribusian untuk jagung yang akan diimpor itu.
"Penyaluran sudah kita atur. Sudah ada. Nanti arahannya yang membutuhkan kepada kelompok peternak mandiri. Itu utamanya. Jadi tidak salah sasaran," tegas Buwas.
Sebelumya, Plt Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi mengatakan kemungkinan di tahap pertama Bulog akan mengimpor sebanyak 250 ribu ton dulu, dan berikutnya 250 ribu ton tambahannya.
"Harus segara dalam sebulan 250-250 ribu. Tapi ada tapinya, jangan sampai seperti dulu, Bulog impor tapi peternaknya sudah beli, jadi harus ada standby buyer-nya," kata Arief.
Kementan akan menyiapkan pelaku peternakan untuk dapat menyerap jagung impor tersebut. Sementara untuk end produk penjualan panen ayam, pemerintah telah membuka potensi pasar di Arab.
"Kalau nanti Pak Presiden ke UEA ke sana kita sudah koordinasi dengan Pak Dubes nanti beliau akan buka kontainer produk ayam olahan, kita juga akan ekspor ke sana. Jadi Indonesia harusnya menjadi eksportir pangan, saya akan mulai itu segera," pungkas Arief.
