Bulog Ditugaskan Serap 2 Juta Ton Beras Dalam Negeri di 2025, Ini Skemanya

17 Januari 2025 14:10 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Petugas mengecek cadangan beras di Gudang Bulog Karang Asam Ulu II, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (11/12/2024). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengecek cadangan beras di Gudang Bulog Karang Asam Ulu II, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (11/12/2024). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Badan Urusan Logistik (Bulog) mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk menyerap 2 juta ton beras dari hasil panen petani dalam negeri.
ADVERTISEMENT
Sekretaris Perusahaan Bulog, Arwakhudin Widiarso, menuturkan angka itu sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang ada.
“Jadi memang di RKAP kita sesuai dengan rencana penyaluran dan penjualan. Kita penugasan 2 juta ton,” tutur Arwakhudin di Kantor Bulog, Jakarta Selatan pada Jumat (17/1).
Adapun pemerintah, kata Arwakhudin, berharap serapan Bulog terhadap hasil petani dalam negeri bisa mencapai 3 juta ton untuk tahun 2025.
“Tetapi pemerintah Kementan mengharapkan kita bisa menyerap sampai 3 juta. Jadi 2 juta ton bener (Bulog), 3 juta itu harapan Kementan,” lanjutnya.
Pekerja memanggul karung berisi beras yang akan didistribusikan di Gudang Bulog Karang Asam Ulu II, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (11/12/2024). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Arwakhudin mengatakan Bulog akan melakukan penyerapan beras dalam tiga skema. Skema pertama adalah penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) yang diserap langsung dari petani, Gabah Kering Giling (GKG) yang diserap dari kelompok tani, dan bentuk beras akhir.
ADVERTISEMENT
“Komposisinya (GKP, GKG dan beras) nanti masing-masing sepertiga,” ujar dia.
Lebih lanjut Ia menjelaskan beras jadi lebih cocok untuk penyaluran langsung sementara untuk penyimpanan dalam jangka waktu tertentu gabah lebih cocok.