kumparan
12 November 2019 11:54

Bulog Gandeng Aprindo untuk Jaga Kestabilan Harga Beras

Penandatangan MOU Bulog dan Aprindo
Penandatangan MOU Bulog dan Aprindo, Selasa (12/11/2019). Foto: Dok. Bulog
Perum Bulog menggandeng Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk distribusi beras medium. Penandatanganan kerja sama ini dilakukan di tengah-tengah pembukaan Musyawarah Nasional ke VII Aprindo di Hotel Aryaduta, Jakarta.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, kerja sama ini salah satu tujuannya adalah menjaga kestabilan harga beras di pasaran.
“Iya kestabilan harga, kebutuhan, karena yang kita utamakan adalah beras medium, kalau premium sudah terbanjiri seluruh pasar. Di ritel itu beras premium banyak sekali tapi yang medium itu yang tidak ada di ritel,” kata Buwas sapaan akrab Budi Waseso di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (12/11).
Beras Bulog
Pekerja mengangkut beras di Gudang Beras Bulog. Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda
Buwas merasa kerja sama ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sebab, beras medium bisa didistribusikan ke masyarakat melalui jaringan Aprindo di hampir seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya dengan adanya stok tersebut juga membuat Bulog tidak perlu operasi pasar jelang akhir tahun.
“Ya hari ini kerja sama kita di beras-beras medium. Jadi nanti next kita tak perlu lagi-lagi operasi pasar, tidak perlu lagi Bulog ada operasi-operasi karena langsung sudah ada di jejaringnya,” ujar Buwas.
ADVERTISEMENT
Sejauh ini, Buwas memastikan stok beras Bulog yang mencapai 2,3 juta ton sudah cukup stabil. Sehingga ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan beras meskipun seandainya musim panen mundur pada April atau Mei mendatang.
“Stok kita mampu, karena stok kita banyak jadi enggak masalah. Ditambah nanti dengan kegitan ritel ini bisa mendistribusikan beras yang sangat murah, sehingga bisa menekan inflasi untuk menyalurkan kebutuhan-kebutuhan masyarakat,” tutur Buwas.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan