news-card-video
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

Bulog Gandeng Babinsa, Pastikan Beli Gabah Rp 6.500 per kg dari Petani

21 Maret 2025 19:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Fadillah Rachmawati di Sentra Penggilingan Padi Bulog di Sragen, Jawa Tengah, Jumat (21/3/2025).  Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Fadillah Rachmawati di Sentra Penggilingan Padi Bulog di Sragen, Jawa Tengah, Jumat (21/3/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
ADVERTISEMENT
Perum Bulog menggandeng TNI melalui Bintara Pembina Masyarakat (Babinsa) untuk memastikan pembelian Gabah Kering Panen (GKP) dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kg.
ADVERTISEMENT
Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani.
Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Fadillah Rachmawati mengatakan Babinsa membantu Bulog dalam proses pengadaan, memberikan informasi mengenai lokasi yang siap panen untuk kemudian diserap oleh Bulog.
Selain itu dengan peran Babinsa ini, Bulog bisa memastikan petani benar-benar menjual GKP dengan harga Rp 6.500 per kg. Sebab, Babinsa biasanya lebih dekat dengan masyarakat dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di tempat tugasnya.
“Babinsa memastikan Rp 6.500 (per kg) itu sampai ke petani, karena Babinsa kenal kan, jadi kita bayar ke orang yang tepat, ini Gapoktannya, jadi tepat sasaran, Babinsa kenal, itu betul-betul tepat sasaran sesuai HPP,” kata Fadillah di Desa Sumber, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (21/3).
ADVERTISEMENT
Kemudian, Fadillah menuturkan dalam proses penyerapan Bulog saat ini yang terbilang tinggi, Bulog memiliki keterbatasan SDM. Sehingga menggaet kerja sama dengan TNI, Kementerian Pertanian, Polri juga Pemerintah Daerah.
Keterlibatan Babinsa dalam produksi beras menurut dia memang sudah sejak dulu, hanya saja baru dilibatkan dalam hal penyerapan. Dia menyebut Babinsa bekerja membantu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) membantu petani sejak sebelum masa tanam.
“Kalau untuk Babinsa keterlibatannya di penanaman itu sudah lama, kami melanjutkan saja. (Yang baru) pengadaannya, dari penanaman sudah didampingi. Karena selama ini tenaga Babinsa itu justru sudah membantu beserta PPL,” jelasnya.
Melalui bantuan Babinsa ini, Bulog juga berharap bisa menyerap hasil panen petani. Dia juga menyinggung subsidi yang diberikan pemerintah untuk petani, salah satunya pupuk.
Stok beras di Gudang Bulog Pekandangan Kabupaten Indramayu (31/5/2024). Foto: kumparan
“Karena teman-teman petani atau Gapoktan sudah mendapatkan subsidi, tentu harapannya adalah nanti setelah panen itu bisa diserap oleh Bulog,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Fadillah menuturkan tidak ada paksaan dalam penjualan GKP dari petani ke Bulog. Namun, Fadillah memastikan Bulog akan membeli GKP seharga Rp 6.500 per kg untuk meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP).
“Kami menyarankan ke bulog karena harganya terjamin begitu ya Rp 6.500 (per kg). Jadi tidak ada paksaan tapi ini bentuknya imbauan karena kami menjamin harga,” tutupnya.
Sebelumnya, mengutip Antara, Presiden Prabowo Subianto meminta Polri dan TNI agar membantu mengawasi pengusaha penggilingan padi. Tujuannya agar pengusaha-pengusaha tersebut membeli gabah Rp 6.500 per kg.
“Di sini ada kepala Dinas Pertanian seluruh Indonesia, ada dandim (komandan distrik militer), ada Kepolisian. Nanti saya minta dibantu di daerah-daerah untuk mengawasi penggilingan-penggilingan padi itu,” kata Presiden Prabowo saat rapat di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (3/2).
ADVERTISEMENT
Prabowo juga menyebut akan menindak usaha penggilingan padi yang masih tidak tunduk dengan kebijakan HPP gabah Rp 6.500, tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, petani di Desa Sumbar, Klaten Kelik Purwanto mengatakan sejak adanya pengawalan dari petani harga jual petani lebih terjaga.
“Bagi petani, pemerintah menetapkan HPP (Rp 6.500) tapi dikawal. Kalau sekarang alhamdulillah, kalau dulu pas panen petani gak senyum, karena pas panen petani jual ke pedagang (murah),” kata Kelik.