kumparan
16 Januari 2020 12:54

Bulog Lepas 120 Ton Beras Cadangan Pemerintah ke Daerah Bencana

Lipsus, Ada Apa Dengan Beras Bulog, Beras Bulog
Pekerja mengangkut karung berisi beras di Gudang Perum Bulog, Jakarta. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Perum Bulog telah menggelontorkan CBP (Cadangan Beras Pemerintah) sebesar 120 ton sampai dengan minggu kedua di bulan Januari tahun 2020. Beras CBP ini disalurkan untuk beberapa daerah di Indonesia yang mengalami bencana alam, seperti DKI Jakarta, Banten, Sulawesi Utara, Aceh, Jawa Tengah, NTT dan Papua.
ADVERTISEMENT
Dalam keterangannya, Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Awaludin Iqbal mengatakan sepanjang bulan Januari 2020 cukup banyak bencana alam yang terjadi di seluruh Indonesia. Untuk membantu korban bencana alam tersebut stok beras CBP yang dikelola oleh Bulog siap untuk digelontorkan.
Guna menjalankan penugasan pengelolaan beras CBP, sepanjang tahun 2019 Perum Bulog berhasil mengelola stok CBP hingga 2 juta ton lebih.
“Selain untuk penyaluran Bencana Alam, beras CBP ini juga digunakan untuk kegiatan Operasi Pasar yang sekarang bernama Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) untuk menstabilkan harga,” ujar Iqbal, Kamis (16/1).
Pada bulan Januari 2020 ini Bank indonesia memprediksi inflasi sebesar 0,41 persen dengan rata-rata inflasi secara bulanan dari 2016 hingga 2019 mencapai 0.64 persen.
ADVERTISEMENT
Pantauan harga pangan pokok seperti beras telah mengalami kenaikan akibat dari banjir yang melanda di wilayah Jabodetabek, hingga Banten.
Penyaluran bantuan Perum Bulog untuk korban bancana
Penyaluran bantuan Perum Bulog untuk korban bancana. Foto: Dok. Bulog
Adapun hasil survei pemantauan harga beras yang dilakukan oleh Perum Bulog di wilayah DKI Jakarta hingga minggu kedua bulan Januari 2020, harga beras tertinggi mencapai Rp 15.000 per kg dan beras standar medium berkisar Rp 10.935 per kg.
Sedangkan harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat penggilingan, menurut BPS pada kisaran Rp 5.313 per kg, dengan tren kenaikan 2,11 persen.
“Kami siap untuk menjalankan tugas untuk menstabilkan harga bahan pangan pokok pasca bencana yang melanda sejumlah daerah di Indonesia,” tambah Iqbal.
Perum Bulog juga mengungkapkan kesiapannya untuk mengendalikan harga pangan pokok di pasar dengan stok yang dimiliki. Yakni antara lain beras sebesar 1,9 juta ton, gula pasir 1.500 ton, daging sapi dan kerbau 1.000 ton, dan minyak goreng 1.000 liter.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan