Kumparan Logo

Bulog Siapkan Kapasitas Gudang 7 Ton untuk Serap Gabah Petani

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petani merontokan gabah dengan mesin saat panen di Desa Kertawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (18/5/2021). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
zoom-in-whitePerbesar
Petani merontokan gabah dengan mesin saat panen di Desa Kertawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (18/5/2021). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Perum Bulog menyiapkan kapasitas gudang hingga 7 juta ton untuk mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras petani secara nasional sepanjang 2026. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi karena produksi gabah petani terus berjalan dan hasil panen harus tetap diserap pemerintah melalui Bulog.

“Kalau kita antisipasi aja. Jadi kita antisipasi kalau yang namanya petani panen ini kan nggak bisa kita hentikan. Yang namanya petani sudah tanam kan mau nggak mau pasti harus kita serap,” ujar Rizal di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Jumat (29/5).

Ia menyatakan penyerapan gabah petani perlu terus dilakukan karena petani yang memasuki masa panen membutuhkan kepastian pasar guna menjaga harga dan keberlanjutan produksi pangan nasional.

Rizal menjelaskan, Bulog semula ditargetkan menyerap 3 juta ton beras pada 2025. Namun, realisasinya melampaui target seiring meningkatnya produksi petani selama musim panen berlangsung.

Sepanjang 2025, Bulog tercatat berhasil menyerap lebih dari 3 juta ton atau mendekati 3,2 juta ton beras. Oleh karena itu, tambahan kapasitas gudang dinilai penting untuk menjaga cadangan pangan pemerintah.

Saat ini, seluruh gudang yang dikelola Bulog telah penuh dengan kapasitas hampir 4 juta ton. Kondisi ini membuat Bulog harus menyewa gudang swasta guna menyimpan gabah setara beras hasil serapan petani domestik.

Rizal menuturkan Bulog terus memperkuat kapasitas penyerapan dan penyimpanan agar hasil panen petani dapat terserap secara optimal. Menurutnya, tingginya stok beras menunjukkan peningkatan produksi sekaligus tingginya kepercayaan petani terhadap penyerapan yang dilakukan pemerintah.

Selain itu, Bulog juga tengah mempersiapkan pembangunan 100 gudang baru untuk menyimpan cadangan pangan pemerintah, khususnya beras dan jagung.

“Supaya tidak perlu sewa gudang ke depan,” ucap Rizal.

Hingga akhir Mei 2026, Bulog mengelola stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 5,3 juta ton sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas pasokan nasional.

Di sisi lain, Bulog juga terus memaksimalkan penyerapan hasil panen petani yang saat ini telah mendekati 3 juta ton setara beras dari target 4 juta ton sepanjang 2026. Penyerapan gabah dilakukan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Adapun realisasi penyerapan gabah petani hingga saat ini telah mencapai sekitar 2,96 juta ton atau setara 74 persen dari target yang ditetapkan guna memperkuat cadangan beras pemerintah nasional.