Kumparan Logo

Bulog Targetkan Serap Beras 1,25 Juta Ton Tahun Depan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Ketapang II, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (22/3). Foto: Budi Candra Setya/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Ketapang II, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (22/3). Foto: Budi Candra Setya/Antara Foto

Perum Bulog menargetkan penyerapan beras sebanyak 1,25 juta ton beras pada tahun depan. Meski demikian, proyeksi tersebut masih dapat berubah tergantung situasi dan kondisi cuaca.

"Terkait rencana 2022 masih tahap awal pembahasan dan masih dinamis," kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam rapat dengan pendapat dengan Komisi IV DPR RI secara virtual, Senin (30/8).

Pria yang akrab dipanggil Buwas ini berasumsi stok awal tahun sebesar 1 juta ton dan penyaluran sebesar 1,21 juta ton, perusahaan memperkirakan stok akhir 2022 berjumlah 1,04 juta ton. Sementara untuk penyaluran beras diproyeksikan sekitar 1,21 juta ton.

Sementara itu, penyaluran beras pada tahun depan rencananya mencakup program ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) sebesar 850.000 ton dan beras untuk golongan anggaran sebesar 100.000 ton.

Perusahaan juga berencana menyiapkan stok untuk penyaluran bantuan pemerintah sebesar 250.000 ton dan stok cadangan beras pemerintah (CBP) untuk bencana sebesar 15.000 ton.

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso menunjukkan beras di gudang Bulog Kanwil DKI dan Banten, di Kelapa Gading, Kamis (27/2/2020). Foto: Helmi Afandi/kumparan

Berdasarkan catatannya, stok beras hingga 27 Agustus 2021 berjumlah 1,16 juta ton. Stok ini terdiri atas 1,14 juta ton CBP dan beras komersial 14.000 ton.

Buwas menjelaskan volume beras yang masih tersimpan itu mencukupi untuk kebutuhan kegiatan stabilisasi harga atau operasi pasar maupun tanggap darurat bencana.

Adapun total realisasi pengadaan beras oleh Bulog hingga akhir pekan lalu telah mencapai 908.000 ribu ton atau sekitar 63 persen dari target tahun ini.

Sementara itu, penyaluran atau penjualan beras telah mencapai 305.000 ton. Terdiri dari 245.000 untuk KPSH, 4.000 ton untuk tanggap darurat bencana, dan 55.000 ton golongan anggaran.