Kumparan Logo

Bulog Ungkap Koperasi TNI Bakal Jual Beras SPHP: Tak Mungkin Ada Pemalsuan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal saat meninjau Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, Jakarta Selatan Minggu (27/7/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal saat meninjau Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, Jakarta Selatan Minggu (27/7/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

Perum Bulog berusaha untuk memastikan penyaluran atau penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) agar tetap aman. Nantinya penjualan beras itu juga bisa melalui koperasi milik TNI.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menuturkan langkah tersebut dilakukan untuk menghindari pemalsuan atau beras oplosan.

“Jadi koperasi-koperasi TNI, satuan-satuan TNI mulai dari tingkat Kodam, Kotama, kemudian Korem, Kodim, bahkan Koramil bisa jual tuh. Tujuannya apa? Kalau yang jual mereka kan enggak mungkin melakukan pemalsuan,” kata Rizal di Koperasi Merah Putih Melawai, Jakarta Selatan, Minggu (27/7).

Rizal menjelaskan langkah ini sudah dicoba di Batalyon 328 Kostrad, Cilodong Jawa Barat. Ia mengungkapkan penjualan di koperasi tersebut mendapat animo yang tinggi dari masyarakat, sehingga beras SPHP 10 ton dapat laku terjual dalam setengah hari.

“Di Cilodong itu kan tempat olahraganya masyarakat Depok dan sekitarnya. Jadi pas Sabtu, Minggu itu ramai. Nah ini kita nambah lagi di sana. Ini luar biasa animonya,” ujar Rizal.

Harga yang dijual juga tetap sama yakni Rp 12.500 per kg atau Rp 62.500 per 5 kg dalam kemasan karung. Selain koperasi-koperasi di lingkungan TNI, Rizal juga berencana agar beras SPHP bisa dijual di koperasi milik Polri dan instansi pemerintahan lainnya.

Beras SPHP banjiri Robinson Mart Pasar Minggu, Jumat (16/2). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Langkah ini juga menjadi salah satu antisipasi adanya pengoplosan beras SPHP. Apalagi, sebelumnya Polda Riau menemukan ada oknum yang membeli kantong beras SPHP bekas, lalu diisi beras yang memiliki harga Rp 8.000 per kg, yang dioplos.

Setelah itu, beras SPHP palsu atau oplosan tersebut dijual dengan harga Rp 13.000 per kg di pasaran. Dengan temuan ini, Polda Riau juga sudah melakukan penyitaan beras.

Selain pengawasan penjualan yang lebih ketat, langkah lain yang dilakukan Bulog untuk menghindari kejadian serupa adalah melakukan pengawasan terhadap keberadaan karung-karung beras SPHP. Nantinya, kata Rizal, peredaran karung beras SPHP juga akan lebih dikontrol dengan keberadaan hologram atau ID khusus.

“Nah packing-packing ini, contoh tadi saya sudah lihat di Tokopedia aja ada yang jual karung SPHP itu, bahaya itu. Nah ini makanya saya perintahkan Direktur Pengadaan hari ini untuk bertindak, jangan sampai ada jual-jual karung yang ilegal,” tutur Rizal.